LUWUK – Sejumlah proyek infrastruktur skala besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai yang dianggarkan tahun 2025 berpotensi mengalami keterlambatan penyelesaian. Hingga minggu kedua November, progres pekerjaan di lapangan baru mencapai kisaran 40 hingga 50 persen, padahal sisa waktu pelaksanaan efektif tinggal menyisakan kurang lebih 45 hari.

Proyek-proyek yang diprediksi berisiko terlambat meliputi pembangunan Mess Pemda Banggai di Kota Palu, pembangunan kolam renang Kilongan, penambahan gedung DPRD, serta pembangunan kantor Camat Luwuk dan kantor Camat Balantak. Risiko keterlambatan juga mengintai proyek pembangunan jalan dan tiga jembatan yang total nilainya mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Berdasarkan data progres per awal November 2025, tercatat Mess Pemda Banggai mencapai 52,5 persen, penambahan gedung DPRD 50 persen, kolam renang 40 persen, dan kantor camat 40 persen.

Optimisme PUPR di Tengah Keterbatasan Waktu

Menanggapi risiko ini, Dinas PUPR Banggai menyatakan optimisme, khususnya pada proyek jalan dan jembatan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Banggai, M. Fahri Dahri, menyebutkan bahwa bobot pekerjaan untuk paket tersebut sudah mencapai 60 persen dengan deviasi pekerjaan nol persen.

Sementara itu, Kabid Penataan Infrastruktur dan Pemukiman Dinas PUPR Banggai, I Putu Jati Arsana, saat dikonfirmasi Jumat (28/11), menekankan pentingnya peran kontraktor profesional.

"Kontraktor yang menangani lima paket ini cukup kompeten. Jika pun ada keterlambatan, kemungkinan tidak signifikan," tegas Jati Arsana.

Ia menambahkan, meskipun waktu pelaksanaan terbatas, profesionalisme kontraktor diharapkan mampu menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan. Pemkab Banggai didorong untuk memastikan penyelesaian tepat waktu agar manfaat infrastruktur ini dapat segera dirasakan masyarakat.