KINTOM - Proyek pembangunan talud pengaman pesisir pantai di Desa Kalolos-Tangkiang, Kabupaten Banggai, dilaporkan telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Pekerjaan fisik proyek strategis ini ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum memasuki tahun 2026.
Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai, Takdir Said, mengungkapkan bahwa progres pekerjaan saat ini sudah mencapai angka 98,4 persen.
“Itu proyek lanjutan, dan progresnya sudah hampir selesai,” ujar Takdir Said kepada awak media pada Selasa (18/11/2025). Ia memastikan bahwa sisa pekerjaan yang tinggal sedikit akan tuntas sebelum akhir tahun 2025.
Proyek Lanjutan Senilai Rp 4,2 Miliar
Proyek pembangunan talud yang dikerjakan oleh CV Teknik Tiga Belas ini merupakan pekerjaan lanjutan dengan nilai kontrak yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp 4,2 miliar.
Dana untuk proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025.
Talud dengan panjang 175 meter ini disebut Takdir Said sebagai langkah nyata Pemerintah Daerah dalam upaya mengurangi dan mencegah dampak bencana di wilayah pesisir pantai.
Pembangunan Pengaman Pantai Juga di Dimpalon
Selain di Kalolos-Tangkiang, Takdir Said menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai juga telah merampungkan proyek pembangunan seawall dan bangunan pengaman pantai lainnya di wilayah berbeda, yaitu di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom.
“Proyek talud juga ada di Desa Dimpalon, hanya volumenya agak kecil dibanding dengan talud Kalolos-Tangkiang,” imbuhnya.
Penyelesaian dua proyek pengaman pantai ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Banggai dari ancaman abrasi dan gelombang pasang.