LUWUK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai menyampaikan keterangan resmi atau hak jawab terkait kerusakan proyek Pembangunan Venue Kolam Renang Tahap I yang sempat ramai di media sosial. Keterangan tersebut disampaikan di Kantor Dinas PUPR Banggai, Rabu, 20 Mei 2026.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman Dinas PUPR Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST. MT, menjelaskan bahwa kerusakan berat pada rangka dan penutup atap tribun murni disebabkan oleh bencana alam angin puting beliung pada 8 Februari 2026 lalu.

"Kerusakan yang terjadi pada pekerjaan tersebut akibat adanya bencana alam, sehingga proses penyelesaiannya tetap mengacu pada ketentuan yang mengatur keadaan kahar," ujar Putu Jati, dalam rilis hak jawab, Rabu, 20 Mei 2026.

Berdasarkan dokumen Hak Jawab Dinas PUPR Kabupaten Banggai, peristiwa alam tersebut diperkuat oleh surat resmi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Nomor: 400.7.22.1/31/Bid. Darlog Tanggal 12 Februari 2026.

Dalam dokumen yang sama juga dijelaskan, saat bencana terjadi, bobot fisik pekerjaan sebenarnya sudah mencapai 98,11 persen (Minggu ke-28, periode 5–11 Februari 2026). Khusus untuk item pekerjaan yang terdampak, yaitu rangka dan penutup atap tribun, statusnya sudah selesai dilaksanakan 100 persen.

"Adapun pekerjaan sebesar 1,89 persen yang belum selesai antara lain: pekerjaan pembesian plat saluran air, pengecatan plafond, pekerjaan logo renang dan akuatik, railling kaca tempered, pembatas pengaman tribun, pekerjaan panel, pekerjaan lampu, paper holder stainless pada toilet VIP, pekerjaan septictank dan pembersihan akhir," demikian tertulis dalam dokumen penjelasan poin ke-3 rilis tersebut.

Proyek ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor: KPA-PBIP/DISPUPR-59559758.05/2025 tanggal 28 Juli 2025 dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender, dan mendapatkan pemberian kesempatan penyelesaian hingga 17 Februari 2026. Sebelum bencana melanda, progres fisik per 4 Februari 2026 telah mencatatkan angka 94,25 persen.