WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat ketegangan hebat dengan jurnalis CBS News, Norah O'Donnell, dalam program "60 Minutes" yang direkam di Gedung Putih pada Minggu (26/4/2026).

Trump meluapkan kemarahannya setelah jurnalis tersebut membacakan isi manifesto milik Cole Allen, tersangka penembakan dalam acara makan malam wartawan Gedung Putih.

Ketegangan bermula saat O'Donnell membacakan kutipan manifesto yang menyebut pejabat pemerintah sebagai target serangan, serta rujukan mengenai "pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat."

Trump yang merasa kutipan tersebut menyudutkan dirinya, langsung memberikan reaksi keras dan menyerang personal sang jurnalis.

"Saya menunggu Anda membacakan itu karena saya tahu Anda akan membacanya, karena Anda orang yang buruk. Orang yang buruk," ucap Trump sebagaimana dilansir dari Politico, Senin (27/4/2026).

Presiden AS itu secara tegas membantah seluruh tudingan yang tersirat dalam kutipan manifesto milik pelaku penembakan tersebut.

"Ya, dia memang menulis itu. Saya bukan pemerkosa. Saya tidak memperkosa siapa pun. Saya bukan pedofil. Maaf. Saya bukan pedofil," tegasnya dengan nada tinggi.

Trump tampak sangat tersinggung karena menganggap pembacaan manifesto tersebut sebagai upaya menyindir hubungan masa lalunya dengan tokoh tertentu, meskipun nama-nama tersebut tidak disebutkan secara langsung.

Ia menyebut O'Donnell telah menyebarkan "omong kosong" dari orang yang mengalami gangguan jiwa dan menegaskan bahwa dirinya telah sepenuhnya dibebaskan dari segala tuduhan.

"Anda seharusnya malu membaca itu karena saya bukan salah satu dari hal-hal itu," ujar Trump dengan nada pedas kepada jurnalis tersebut.

Di akhir sesi wawancara, Trump kembali melontarkan kecaman penutup yang cukup tajam. "Anda seharusnya tidak membacakan itu dalam acara 60 Minutes. Anda memalukan," pungkasnya.