LUWUK – Koperasi Sawit Widya Sejahtera (SWS) sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Hotel Santika pada Selasa, 21 April 2026.
Ketua Koperasi SWS, Widyastuti, menyebut pemilihan tanggal pelaksanaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini memberikan makna filosofis bagi pengurus. Dari itu Ia berharap semangat Kartini menginspirasi koperasi untuk tumbuh menjadi lembaga yang mandiri.
"Pelaksanaan RAT yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini ini merupakan kesyukuran tersendiri bagi kami, di usia SWS yang ke tiga tahunnya doa dan harapan bersama untuk membawa koperasi ini lebih berdaya," ujar Widyastuti kepada wartawan.
Widyastuti menekankan bahwa rapat anggota tahunan ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata transparansi pengurus kepada para petani.
Dia juga menambahkan, Agenda di Hotel Santika ini merupakan fase finalisasi dari rangkaian pembahasan yang telah dimulai di tingkat bawah.
Sebelumnya, pengurus telah menggelar Pra-RAT di Kantor SWS, Kecamatan Batui. Langkah ini diambil guna memastikan setiap aspirasi anggota terserap dengan baik sebelum disahkan dalam finalisasi RAT.
"Rapat ini adalah muara dari seluruh proses diskusi yang kita bangun sejak di kantor unit. Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diputuskan benar-benar lahir dari kebutuhan anggota," tegas Widyastuti.
Selain laporan kinerja, aspek finansial terkait kewajiban petani juga menjadi berita gembira bagi anggota. Bendahara Koperasi SWS, Arfa, dalam laporannya memaparkan perkembangan signifikan terkait sisa utang petani kepada mitra perusahaan, PT Sawindo Cemerlang.
Arfa menjelaskan bahwa dari total beban utang awal yang mencapai Rp63 juta per hektar, saat ini posisinya sudah jauh berkurang. Jika dirata-ratakan, kata Arfa, sisa utang yang menjadi tanggungan petani kini tinggal di angka Rp10 juta lebih sedikit.
Berdasarkan kalkulasi dan rekam jejak pengalamannya di sektor perkebunan, Arfa optimis beban tersebut akan segera tuntas dalam waktu dekat.
"Dari pengalaman saya bekerja di perkebunan sebelumnya, melihat nilai sisa hutang ini, insyaAllah pada 2027 seluruh anggota petani plasma sudah melunasi semua hutang," tutur Arfa optimistis.
Dukungan terhadap keberlanjutan Koperasi SWS juga datang dari pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banggai, Amin Jumail.
Tampak hadir pula Taslim yang mewakili Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP), serta Sekretaris Camat Batui, Ambbodale, yang mewakili pemerintah kecamatan setempat.