LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai mulai mengencangkan koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi gejolak harga pangan dan gangguan keamanan menjelang hari raya Idul Fitri serta Nyepi 2026.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Banggai Amirudin di Ruang Rapat Umum Setda Banggai, Jumat, 13 Maret 2026, sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari stabilitas bahan pokok hingga kesiapan arus mudik.

Bupati Amirudin menegaskan bahwa dinas terkait telah diinstruksikan untuk memantau ketat distribusi dan harga komoditas di pasar-pasar tradisional.

"Hal ini untuk memastikan bahwa harga semua kebutuhan pokok di pasaran bisa dijangkau oleh masyarakat," ujar Amirudin. Langkah konkret berupa pasar murah dan inspeksi mendadak (sidak) pun telah disiapkan.

Kepala Dinas Perdagangan, Natalia Patolemba, melaporkan harga pangan di Luwuk relatif stabil dalam sepekan terakhir. Beras dibanderol Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram, sementara Minyakita tetap di angka Rp15.700 sesuai HET.

Data Bulog Banggai turut memperkuat laporan tersebut dengan mengonfirmasi stok beras di gudang mencapai 4.800 ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Dari sisi keamanan, Polres Banggai resmi memulai Operasi Ketupat hari ini. AKBP Wayan Wayracana Aryawan mengungkapkan, sepuluh pos pengamanan (Pospam) telah disebar di titik-titik vital, termasuk bandara dan pelabuhan.

"Forkopimda akan selalu standby untuk memonitor situasi selama masa lebaran ini," tegas Kapolres Wayan.

Kejaksaan Negeri Banggai pun turut ambil bagian dalam pengawasan. Kajari Banggai, Akbar, menyatakan pihaknya diminta mendeteksi potensi lonjakan inflasi dan dampak geopolitik global terhadap stok BBM di daerah.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan situasi kondusif di Banggai, memastikan warga dapat merayakan hari besar dengan tenang tanpa bayang-bayang kelangkaan barang maupun kerawanan keamanan.