BUALEMO - Perkelahian antar kelompok pemuda nyaris pecah di Desa Lembah Tompotika, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, pada Sabtu siang, 21 Maret 2026.
Insiden yang terjadi tepat di hari Raya Idul Fitri tersebut dipicu oleh kesalahpahaman akibat suara bising dari knalpot kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi atau knalpot bogar.
Kapolsek Bualemo, IPTU Alwi Polii, menjelaskan bahwa penganiayaan bermula saat seorang remaja berinisial FK (15) bersama rekan-rekannya hendak berwisata ke Bendungan Air Desa Lembah Tompotika sekitar pukul 10.30 WITA.
Setibanya di lokasi, sepeda motor yang dikendarai FK mengalami mogok mesin. FK kemudian berupaya memperbaiki motornya di tempat tersebut.
"Karena suara tarikan gas yang digeber berulang kali saat diperbaiki, hal itu memicu ketersinggungan sekelompok pemuda setempat," ujar IPTU Alwi, Minggu, 22 Maret 2026.
Kelompok pemuda setempat yang merasa terganggu kemudian mendatangi FK dan rekan-rekannya untuk melakukan teguran yang berujung pada aksi penganiayaan.
Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera melerai pertikaian tersebut sehingga para pelaku membubarkan diri ke rumah masing-masing.
Mencegah konflik merembet menjadi bentrokan antar kelompok yang lebih besar, Polsek Bualemo Polres Banggai bergerak cepat dengan memanggil kedua belah pihak beserta keluarga mereka.
Dalam pertemuan mediasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bualemo, kedua kelompok sepakat untuk mengakhiri perselisihan secara kekeluargaan.
"Hasil kesepakatan menunjukkan kedua pihak setuju berdamai tanpa ada paksaan dari pihak manapun," jelas Alwi.
Melalui mediasi tersebut, para pemuda yang terlibat diharapkan dapat saling memahami dan menyadari kesalahan masing-masing demi menjaga kekondusifan wilayah Bualemo.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk tetap menjaga toleransi dan ketertiban, terutama dalam penggunaan kendaraan bermotor agar tidak memicu konflik serupa di masa mendatang.