Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat mendadak dengan jajarannya di lobi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Selasa (12/5). Mengutip detikfinance.com  rapat tersebut diketahui membahas strategi untuk membantu Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Iya, kira-kira itu," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Ia mengonfirmasi hal tersebut saat ditanya apakah rapat tersebut terkait dengan langkah pemerintah untuk membantu mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan pantauan media, sejumlah pejabat yang hadir di lokasi di antaranya adalah Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Plh Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Sayangnya, Purbaya belum bersedia mengungkapkan secara rinci strategi apa yang akan dijalankan pemerintah. Namun, terdapat bocoran mengenai pemanfaatan skema intervensi di pasar surat berharga atau bond market.

"Strateginya masih rahasia. Kalau dikasih tahu, nanti pasar (market) tahu," tegasnya.

"Tetapi kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond, yang nantinya secara perlahan akan berdampak ke pasar nilai tukar juga," tambah Purbaya.

Sebagaimana diketahui, per hari ini rupiah mengalami pelemahan hingga ke level Rp17.500 per dolar AS. Purbaya mengaku mulai besok pihaknya akan membantu BI untuk meredam tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Kita akan coba membantu nilai tukar, membantu BI sedikit-sedikit jika memungkinkan. Kami masih memiliki dana cadangan yang cukup, sehingga kami akan melakukan intervensi di bond market agar imbal hasil (yield) tidak naik terlalu tinggi," pungkas Purbaya.