Detik.com Header - Search 360px + Button 64px
Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pemerintah Kirim 4 Ton Bantuan ke Sumbar via Helikopter

BNPB bersama TNI dan Basarnas mengerahkan helikopter untuk mendistribusikan bantuan pangan dan nonpangan ke Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat akibat keterbatasan akses darat pascabanjir dan longsor.

Saiful Yamin
Saiful Yamin
Foto suasana pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta

Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

JAKARTA — Pemerintah pusat mengerahkan helikopter untuk mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat. Jalur udara dipilih karena sejumlah akses darat terputus akibat bencana, sehingga bantuan harus dikirim secepat mungkin agar menjangkau lokasi terisolasi.

Sebanyak 4 ton bantuan pangan dan nonpangan dikirimkan oleh BNPB bekerja sama dengan TNI dan Basarnas, Senin (1/12/2025). Bantuan disalurkan ke tiga wilayah terdampak paling parah, yakni Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat.

Menuju Kabupaten Solok, Basarnas mengoperasikan helikopter bernomor HR 3684 yang mengangkut sekitar 360 kilogram bantuan. Logistik yang dikirim meliputi makanan kemasan, beras, air mineral, bahan baku makanan, kasur, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Sementara itu, distribusi bantuan ke Kabupaten Pasaman Barat dilakukan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara. Sebanyak 1,34 ton bantuan diterbangkan menuju wilayah Maligi, terdiri atas bahan pangan dan nonpangan seperti makanan siap saji, makanan anak, air mineral, family kit, dan selimut.

Pengiriman serupa juga dilakukan ke Kabupaten Agam. Bantuan seberat 2,3 ton diterjunkan ke wilayah Tiku dan Sungai Puar menggunakan helikopter TNI AU. Logistik yang dikirim mencakup air mineral, makanan ringan, makanan bayi, sembako, selimut, hingga kasur untuk warga terdampak.

Data sementara menunjukkan dampak bencana masih meluas. BPBD Kabupaten Solok mencatat 958 kepala keluarga atau 3.949 jiwa mengungsi, dengan total warga terdampak mencapai 4.750 KK. Di Kabupaten Pasaman Barat, tercatat 338 KK atau 1.491 jiwa mengungsi, sementara jumlah warga terdampak mencapai 14.808 KK atau 57.948 jiwa. Adapun BPBD Kabupaten Agam masih melakukan pendataan warga di sejumlah pos pengungsian.

BNPB bersama unsur terkait memastikan distribusi bantuan terus dioptimalkan melalui berbagai jalur, baik darat, laut, maupun udara. Pemerintah juga mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun material longsor, guna mempercepat penyaluran logistik dan pemulihan wilayah terdampak.

Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi di tengah kondisi darurat pascabencana.

Berlangganan B-Plus Tanpa Iklan




Berlangganan B-Plus Tanpa Iklan