JAKARTA - Upaya evakuasi dan distribusi bantuan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh terus dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, BNPB, dan Basarnas setelah banjir bandang dan longsor melanda sejak akhir pekan lalu.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyebut bantuan mulai masuk melalui jalur laut dan udara meski sejumlah daerah masih terisolasi. “Bantuan dari pusat, provinsi, dan kabupaten sudah berdatangan sejak Senin malam,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).
Bantuan dikirim melalui Pelabuhan Kualangsa, Pangkalan Susu, dan jalur udara. Delapan kampung di Kecamatan Sekerah menjadi prioritas, salah satunya karena mengalami kerusakan parah.
Pengiriman bantuan menggunakan sampan dan perahu motor kini memakan waktu tiga jam akibat arus sungai yang deras. Sementara itu, sebagian akses darat mulai terbuka, termasuk jalur truk besar di Semadam. Namun wilayah Bandar Pusaka, Babu, dan Tenggulun masih terisolasi.
Pusat distribusi bantuan akan dipusatkan di Payambedi yang memiliki akses helipad. Posko kesehatan juga sudah disiapkan di setiap kecamatan, meski rumah sakit utama belum bisa beroperasi optimal.
Update Korban: 753 Meninggal, 650 Hilang
BNPB melaporkan 753 orang meninggal dunia, 650 hilang, dan 2.600 luka-luka berdasarkan data Rabu (3/12/2025) pagi.
Rincian korban meninggal:
Sumatra Utara: 294 jiwa (155 hilang)
Aceh: 218 jiwa (227 hilang)
Sumatra Barat: 196 jiwa (117 hilang)
Sumatra Utara tercatat paling terdampak di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Enam truk berisi 15 ton logistik menuju Sumut lewat jalur darat. Dari jalur laut, kapal pengangkut 100 ton beras dari Jakarta tiba dan akan didistribusikan dari Sibolga.
Bantuan Udara Digencarkan dari Lanud Silangit
BNPB mengerahkan tujuh helikopter dari Lanud Silangit—dua Bell 412 dan satu Mi-17 milik TNI AD, serta empat helikopter BNPB—untuk mengirim bantuan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga.
Warga mengapresiasi perhatian pemerintah. “Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepeduliannya,” ujar Zainal Arifin Tanjung, warga Perumahan Tolang Elok Permai.
Bantuan yang dikirim meliputi beras, makanan cepat saji, obat-obatan, tenda, velbed, matras, hingga peralatan operasional seperti perangkat Starlink, genset, perahu polietilen, dan perlengkapan kebutuhan harian.
Zainal berharap pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana untuk mencegah munculnya masalah sosial baru. “Kondisi ini tolong dipercepat normalisasinya,” ujarnya.