MANTOH – Sebuah rumah kebun milik Herina Marela (69), warga Desa Lonas, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, ludes terbakar pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Insiden nahas tersebut mengakibatkan pemilik rumah meninggal dunia setelah terjebak di dalam kobaran api yang dengan cepat menghanguskan bangunan.
Kapolsek Lamala, IPDA Muh. Syandy Al Amin, mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WITA. Berdasarkan keterangan di lapangan, api muncul saat korban bersama seorang saksi sedang beristirahat di dalam kamar. Secara tiba-tiba, api berkobar dan langsung membesar di bagian dalam rumah.
"Saksi melihat korban masih berada di dalam kamar saat kondisi api sudah semakin membesar," ujar Syandy dalam keterangan resminya pada Minggu, 8 Maret 2026.
Melihat kobaran api, saksi sempat berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Namun, material bangunan yang mudah terbakar membuat api merembet dengan sangat cepat ke seluruh bagian rumah. Warga setempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya hingga api berhasil dijinakkan, namun nyawa korban tidak sempat terselamatkan.
Setelah api padam, jasad Herina langsung dievakuasi oleh warga dan aparat ke rumah kerabatnya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menduga sumber api berasal dari tungku masak yang belum benar-benar padam. Sisa bara api tersebut diduga menyambar tumpukan kayu bakar yang berada di sekitar tungku hingga memicu kebakaran hebat. Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Menyikapi tragedi ini, Polsek Lamala Polres Banggai mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kebakaran pemukiman, khususnya yang bersumber dari area dapur. Warga diminta memastikan api di tungku atau kompor benar-benar padam sebelum ditinggalkan, serta menjauhkan bahan-bahan mudah terbakar dari sumber panas.