BANGGAI – Kabupaten Banggai kembali bersiap menyambut para tamu dari berbagai penjuru dunia. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat akan membuka “Lipu Celebes 2nd International Festival” pada malam ini, Selasa (11/11/2025). Gelaran budaya internasional ini akan berlangsung hingga 15 November 2025 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Luwuk.
Tahun ini, Lipu Celebes menghadirkan delegasi budaya dari Estonia, India, Korea Selatan, dan sejumlah daerah di Indonesia. Pertemuan berbagai budaya tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring seni, merawat tradisi lokal, dan memperkenalkan pariwisata Banggai ke kancah internasional.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk menyambut pengunjung. Di antaranya Pameran Etnografi & UMKM Banggai, yang menampilkan kekayaan karya lokal dan produk-produk khas daerah. Para tamu juga dapat menikmati pertunjukan budaya dari negara sahabat dan daerah-daerah di Nusantara, serta mengikuti workshop kesenian yang mempertemukan seniman lokal dengan seniman mancanegara.
Festival ini juga menghadirkan Pasar Kuliner Tradisional, tempat pengunjung bisa mencicipi beragam hidangan khas Banggai dan Nusantara. Bagi generasi muda, tersedia Lomba Vokal Solo dan Mendongeng Berbahasa Daerah Tingkat SMP/sederajat, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya sendiri.
Tak kalah menarik, peserta festival berkesempatan mengikuti Field Study to Masama, perjalanan yang memungkinkan mereka menyaksikan langsung Ritual Adat Suku Andio—sebuah tradisi unik yang sarat nilai sejarah dan budaya masyarakat Banggai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, berharap festival ini dapat mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka jalan bagi Banggai untuk semakin dikenal dunia.
“Melalui Lipu Celebes, kita ingin menunjukkan bahwa Banggai adalah rumah budaya dunia, tempat berbagai tradisi dapat bertemu dan berkembang,” ujarnya saat meninjau persiapan pembukaan.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, Lipu Celebes 2nd International Festival 2025 diyakini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pecinta seni, serta memperkuat posisi Banggai sebagai pusat kegiatan budaya internasional di Sulawesi Tengah.