LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai mempererat sinergi dengan sektor perbankan guna memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat prasejahtera. Melalui kolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, pemerintah daerah menyalurkan ratusan paket sembako dalam program bertajuk "BNI Berbagi" yang menyasar warga di Kecamatan Luwuk, Luwuk Selatan, Luwuk Utara, hingga Kecamatan Nambo pada Kamis, 5 Maret 2026.
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Ruang Rapat Umum Setda Banggai ini dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Ir. Amirudin Tamoreka, didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Nurjalal dan Kepala Cabang BNI Banggai Susilawati Buchari. Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kaum dhuafa, anak yatim piatu, serta pekerja rentan yang terdampak keterbatasan ekonomi.
Kepala Cabang BNI Banggai, Susilawati Buchari, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah kerja mereka. BNI berupaya mendukung langkah pemerintah daerah dalam memitigasi dampak ekonomi melalui bantuan kebutuhan pokok, yang mencakup beras, minyak goreng, gula, hingga bahan pangan instan guna meringankan beban pengeluaran rumah tangga para penerima manfaat.
Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dalam arahannya menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan merupakan prioritas utama dalam agenda kebijakan daerah. Menurutnya, pemerintah secara konsisten menggulirkan berbagai skema bantuan melalui Dinas Sosial, baik yang bersifat darurat maupun program pemberdayaan ekonomi keluarga jangka panjang, demi memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga secara berkelanjutan.
“Kegiatan pembagian sembako ini menjadi bukti bahwa semangat Maju Bersama Rakyat bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Amirudin. Ia menekankan bahwa kehadiran negara dan dunia usaha di tengah masyarakat prasejahtera merupakan elemen kunci untuk menciptakan stabilitas sosial dan pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Banggai.
Lebih lanjut, Amirudin mengingatkan bahwa tantangan sosial ekonomi ke depan memerlukan kerja sama yang lebih solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi ini dipandang perlu untuk mengakselerasi pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas hidup manusia agar terwujud Kabupaten Banggai yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warga.