LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako Triwulan I tahun 2026 pada Selasa, 7 April 2026.

Penyaluran yang dipusatkan di Kantor Pos Luwuk ini mencatat tren positif dalam pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut. Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hj. Nur Djalal, menyebutkan jumlah penerima PKH terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Ini menandakan bahwa berbagai program pemerintah telah memberikan dampak positif, sehingga semakin banyak keluarga yang keluar dari garis kemiskinan," ujar Nur Djalal dalam sambutannya.

Ia merincikan bahwa bantuan PKH dan sembako bersumber dari anggaran Kementerian Sosial. Sementara itu, bantuan alat penunjang seperti kursi roda dan tongkat bagi disabilitas serta lansia dibiayai oleh APBD Kabupaten Banggai 2026.

Berdasarkan data Dinas Sosial, total penerima PKH di seluruh Kabupaten Banggai mencapai 13.054 jiwa. Khusus untuk tahap ini, sebanyak 267 jiwa dari Kecamatan Luwuk dan Luwuk Selatan telah menerima haknya.

Selain bantuan tunai, pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi berupa bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 100 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Setiap penerima UEP diberikan bantuan sebesar Rp10.000.000,00 untuk modal usaha yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga,” jelas Nur Djalal.

Ia menegaskan bahwa penerima modal usaha ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelaku usaha produktif yang mampu mengedukasi minimal 10 orang lainnya agar bisa ikut mandiri secara ekonomi.

Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Sosial dan pendamping PKH atas kerja keras mereka di lapangan.

Bupati Amirudin berharap bansos ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan harus digunakan untuk kebutuhan prioritas keluarga.

“Semoga pemberian bantuan ini benar-benar menjadi manfaat yang nyata bagi seluruh penerima, baik dalam meringankan beban ekonomi maupun meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutur Bupati Amirudin.

Ia juga berpesan agar bantuan modal usaha dimanfaatkan dengan bijak untuk meningkatkan kualitas hidup, sehingga masyarakat Banggai semakin sejahtera dan mandiri.