TOILI – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada seorang siswa di Kabupaten Banggai yang menjadi korban perundungan (bullying). Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah setelah kasus kekerasan di lingkungan sekolah tersebut sempat viral di media sosial.
Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh tim direktorat dengan pendampingan dari Dinas Sosial Kabupaten Banggai serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kehadiran negara dalam kasus ini difokuskan pada perlindungan serta pemulihan psikis korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Ronal Rizal Putje, S.IP., MM., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap anak.
"Kehadiran tim dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos ini merupakan wujud nyata respons cepat negara terhadap kasus anak di daerah. Kami di Dinas Sosial Kabupaten Banggai memastikan pendampingan berjalan maksimal agar korban mendapatkan hak perlindungannya kembali," ujar Ronal. (15/3)
Intervensi Kemensos tidak hanya menyasar korban utama. Bantuan ATENSI juga diberikan kepada dua saudara kandung korban yang saat ini menetap di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Assohwah, Kecamatan Toili.
Melalui program ATENSI, dukungan yang diberikan bersifat holistik. Selain pemenuhan kebutuhan logistik dasar, Kemensos menitikberatkan pada pemulihan psikososial untuk memastikan korban dapat kembali beraktivitas di lingkungan sekolah tanpa rasa takut.
Ronal menambahkan, sinergi ini sangat krusial untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan. Penanganan kasus ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memerangi segala bentuk kekerasan dan perundungan terhadap anak, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.