LUWUK — Sejumlah pegawai dari Dinas Sosial Kabupaten Banggai turun tangan mengamankan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk di kawasan pertokoan Luwuk.
Aksi ODGJ tersebut sempat memicu keresahan bagi para pemilik usaha karena melakukan pelemparan ke arah kaca toko.
Mendapat laporan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hj. Nurjalal, SH, bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Wahyudi AR Latief, langsung turun memimpin penanganan di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Wahyudi AR Latief, mengonfirmasi bahwa saat ini situasi sudah kondusif dan ODGJ yang bersangkutan telah dievakuasi untuk dikembalikan ke pihak keluarga di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom.
Wahyudi membeberkan bahwa ini bukan kali pertama Dinas Sosial menangani pasien tersebut karena pemerintah daerah sudah berulang kali memberikan fasilitasi penanganan medis.
“Yang bersangkutan sudah beberapa kali difasilitasi termasuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Madani, Palu,” ujar Wahyudi.
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Dinas Sosial kini telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga untuk meningkatkan pengawasan.
Wahyudi menjelaskan bahwa penanganan ODGJ yang masih memiliki keluarga memiliki pendekatan yang berbeda dengan ODGJ terlantar yang tidak diketahui asal-usulnya.
Menurutnya, dalam penanganan semacam ini pihak Dinas Sosial membutuhkan kerja sama lintas sektor, di antaranya berkoordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
“Dukungan dan peran aktif keluarga juga sangat penting dalam proses penanganan,” tuturnya.
Ia kembali menekankan bahwa penanganan isu sosial seperti ini memerlukan komitmen dan sinergi yang solid dari seluruh lapisan masyarakat.
Dinas Sosial tidak dapat bekerja sendiri di lapangan tanpa adanya kepedulian dari lingkungan terdekat pasien itu sendiri.
“Dalam penanganan ODGJ, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan keluarga menjadi salah satu kunci agar proses pengobatan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik,” tandas Wahyudi.