LUWUK — Keluhan warga terkait titik genangan air yang kerap mengganggu akses menuju bangunan utama Pasar Modern Simpong, Luwuk, akhirnya segera ditangani. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai memastikan bakal melanjutkan pembangunan drainase di kawasan tersebut.

Proyek infrastruktur dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 miliar ini ditargetkan segera berjalan dan kini telah memasuki proses lelang.

"Ini sudah dalam tahap untuk ditenderkan. Prosesnya telah memasuki tahapan review di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Banggai kemarin," ujar Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, Takdir Said, ST, langsung dari lokasi peninjauan, Selasa (30/6/2026).

Masuk Skala Prioritas Daerah

Pembangunan lanjutan drainase Pasar Simpong ini merupakan solusi konkret pemerintah daerah untuk mengalirkan genangan air yang selama ini dikeluhkan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Takdir menegaskan, terlepas dari adanya dinamika atau protes dari warga, proyek ini tetap dikategorikan sebagai program skala prioritas pemerintah daerah agar penataan pasar bisa cepat tuntas.

"Ini prioritas, makanya segera naik tender," tegas Takdir, yang saat meninjau lokasi didampingi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan, Astrid Dwijayanthi.

Detail Teknis dan Aliran Pembuangan

Untuk memastikan ketahanan dan efektivitasnya, proyek ini akan menerapkan sejumlah spesifikasi teknis:

  • Saluran Pracetak U-Ditch: Drainase akan dibangun menggunakan beton pracetak tipe U-Ditch sepanjang 150 meter. Saluran ini membentang dari pertigaan Jalan Pulau Banggai dan Jalan Pulau Labobo, lalu lurus menuju pesisir pantai sebagai pembuangan akhir ke laut.

  • Jalur Kawasan Pasar: Sisa pekerjaan akan dilanjutkan dari pertigaan Jalan Pulau Labobo menuju ke arah dalam pasar di Jalan Pulau Buru.

Takdir menjelaskan, saluran baru yang mengarah ke dalam pasar memang belum terhubung secara langsung dengan konstruksi U-Ditch yang dibangun tahun lalu. Namun, fungsinya dipastikan tidak akan terganggu.

"Setidaknya air buangan dari dalam pasar tetap akan mengalir ke drainase yang dibangun nanti untuk kemudian disalurkan ke laut," terangnya.

Guna memaksimalkan fungsi sistem pembuangan air ini, Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai juga akan melengkapi proyek tersebut dengan membangun dua unit box culvert (gorong-gorong kotak) yang melintasi badan jalan.