LUWUK – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, selama tiga pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor perikanan. Pasokan ikan di sejumlah pasar tradisional dilaporkan merosot tajam, yang memicu lonjakan harga hingga 20 persen.
Di pasar tradisional Kota Luwuk, harga ikan komoditas utama seperti Ikan Tuna kini menembus angka Rp60.000 per kilogram, dari yang sebelumnya berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, untuk jenis ikan luar (non-pilihan) kini dijual di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Batui, di mana harga ikan bertahan di level tinggi yang sama.
Siasat IRT: Beli Eceran dan Pangkas Porsi Makan
Melambungnya harga komoditas laut ini membuat para ibu rumah tangga (IRT) memutar otak mengatur uang belanja. Untuk menyiasati dompet yang kian menipis, warga terpaksa beralih membeli ikan secara eceran atau potongan, bukan lagi hitungan kilogram.
"Kalau Ikan Tuna dibeli per irisan harganya Rp20.000, tapi jumlahnya sedikit sekali. Biasanya uang segitu bisa untuk lauk dua kali makan, sekarang cuma cukup untuk sekali makan. Porsinya terpaksa dikurangi," keluh Intan, seorang IRT saat ditemui sedang berbelanja di lapak ikan kawasan Maahas, Luwuk.
Keluhan senada juga disampaikan oleh Nur (42), warga asal Kecamatan Batui. Ia mengaku pusing mengatur uang belanja bulanan karena ikan yang menjadi menu wajib harian kini seolah menjadi barang mewah.
"Sekarang beli ikan minimal Rp25.000, kalau kurang dari itu tidak dapat atau cuma dapat sedikit sekali, tidak cukup untuk keluarga besar di rumah. Kalau beli kiloan berat di ongkos, jadi terpaksa diselingi pakai telur atau tahu tempe," kata Nur.
Bahkan, beberapa warga memilih untuk mengurangi frekuensi belanja ke pasar dan memilih menunggu pedagang ikan keliling (pajeko) dengan harapan bisa mendapatkan harga yang sedikit lebih miring melalui proses tawar-menawar.
"Sekarang ke pasar cuma beli sayur saja. Kalau ikan, nunggu yang lewat di depan rumah saja, siapa tahu bisa ditawar. Tapi ya sama saja, mereka juga ambil dari pelelangan sudah mahal karena nelayan banyak yang takut melaut," ujar Mami Sarah, IRT lainnya di Kota Luwuk.
Harga Ikan Berpotensi Terus Meroket
Berdasarkan rilis peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, musim penghujan yang disertai angin kencang dan fenomena gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini serta Laut Maluku diprediksi masih akan terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Mengingat intensitas hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, para pedagang di pasar tradisional memproyeksikan harga ikan masih berpotensi besar untuk terus merangkak naik. Jika pasokan dari nelayan lokal terus menipis, bukan tidak mungkin harga ikan tuna dan jenis ikan konsumsi lainnya akan mencetak rekor tertinggi baru pada pertengahan bulan ini.