PARIS – Sebuah desa di selatan Prancis menarik perhatian dunia karena menerapkan aturan tak biasa: seluruh pengunjung wajib bertelanjang bulat. Desa bernama Cap d'Agde ini merupakan kawasan naturis yang dikhususkan untuk komunitas nudis dari seluruh dunia.
Dikutip dari Metro UK , Cap d'Agde disebut sebagai desa naturis terbesar di dunia. Setiap tahun, kawasan ini menerima lebih dari 12 juta kunjungan, atau sekitar 45 ribu orang per hari.
Berbeda dengan kapal pesiar atau hotel nudis yang masih memberi ruang untuk berpakaian di area tertentu, pengunjung Cap d'Agde harus benar-benar tanpa busana. Bahkan saat berjalan ke toko, mengambil uang di ATM, atau beraktivitas di ruang publik lainnya, pakaian tetap dilarang.
Desa ini juga dihuni oleh penduduk lokal yang menganut gaya hidup naturis. Mereka hidup berdampingan dengan wisatawan dengan norma dan kebiasaan yang sama.
Cap d'Agde memiliki infrastruktur lengkap, termasuk 180 unit bisnis seperti pusat perbelanjaan, marina, kantor pos, sistem transportasi, serta restoran yang menyajikan beragam pilihan makanan. Mulai dari kuliner Asia, vegetarian, masakan tradisional Prancis, hingga hidangan Mediterania.
Untuk akomodasi, Cap d'Agde menyediakan berbagai pilihan mulai dari hotel, wisma, hingga tempat berkemah. Tarifnya bervariasi, tergantung fasilitas. Untuk dua orang dewasa dengan satu mobil, satu tenda, dan sambungan listrik, harga per malam berkisar antara 20,20 hingga 58,20 euro (sekitar Rp 1,1 juta).
Sebelum masuk ke desa ini, pengunjung harus mengisi formulir akses dan akan diberikan kartu khusus untuk keluar-masuk area tersebut.
Aturan Ketat di Cap d'Agde
Selain wajib telanjang, Cap d'Agde juga menerapkan sejumlah aturan ketat. Wisatawan diwajibkan menjaga kebersihan area publik dan privat. Mengambil foto atau merekam orang lain tanpa izin dilarang keras.
Bagi pengunjung yang melanggar ketentuan, terutama yang berperilaku tidak sopan, mengganggu ketenangan, atau melakukan tindakan berbau pornografi, dapat dikenai denda hingga 15.000 euro atau sekitar Rp 285 juta.