MOILONG – Konflik perebutan aliran air sawah berujung tragis di Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai. Seorang petani berinisial AP (49) nekat menganiaya rekannya, ND (41), menggunakan senjata tajam jenis parang pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Kapolsek Toili, IPTU I Putu Pratama Yoga, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian di lokasi persawahan Desa Minahaki.
Peristiwa berdarah ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait pembagian air irigasi yang masuk ke sawah mereka. Awalnya, korban dan pelaku terlibat adu mulut hingga memutuskan untuk mengecek langsung saluran air tersebut.
Namun, di tengah perjalanan menuju saluran irigasi, situasi memanas hingga terjadi kontak fisik.
“Korban (ND) sempat memukul pelaku dengan tangan kosong dan kayu. Serangan itu kemudian dibalas oleh AP dengan mengayunkan sebilah parang,” ujar IPTU Yoga dalam keterangannya.
Sabetan parang tersebut mengenai leher bagian kiri korban dan menyebabkan luka robek yang cukup serius. Istri korban yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke pihak kepolisian.
Merespons laporan tersebut, personel Polsek Toili langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meringkus pelaku dan menyita barang bukti parang yang digunakan.
Saat ini, kondisi terkini dilaporkan pelaku telah diamankan di Mapolsek Toili untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban sedang menjalani perawatan intensif di Puskesmas setempat.
Diketahui motif murni kesalahpahaman terkait pengelolaan air sawah.
“Pelaku sudah kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kami mengimbau warga agar tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian,” tutup IPTU Yoga.