Banggainesia Membership Banggainesia.com+

BGN Siap Tambah Hampir 1.000 Dapur Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah 3T

Masyarakat diimbau waspada calo, Kepala BGN tegaskan seluruh proses pembukaan SPPG berbasis sistem.

Saiful Yamin
Saiful Yamin - Banggainesia.com
Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:45:09 WITA
BGN Siap Tambah Hampir 1.000 Dapur Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah 3T

Ilustrasi Dapur MBG.Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menambah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai hampir 1.000 unit.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa perluasan dan penambahan dapur MBG tersebut akan diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah-daerah yang memiliki angka prevalensi stunting tinggi.

"Minggu ini saya rencana buka ada sekitar 900, hampir 1.000 di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali, ya daerah 3T sama prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali. Jadi kita ingin yang prioritas kita beresin dulu lah," ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Sudaryono menegaskan bahwa seluruh proses pembukaan dapur SPPG dijalankan secara terintegrasi melalui sistem resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak tergiur menggunakan jasa perantara atau membayarkan sejumlah uang kepada pihak tertentu.

"Tentunya pembukaan dapur ini by system semua. Jadi nggak ada orang yang akan datang, jajakin jasa. Biasanya kan suka ada calo ya, ini nanti kalau tolong diberitakan, ya enggak ada calonya di sini," tegasnya.

Hingga saat ini, jumlah SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia tercatat mencapai 27.022 dapur. Meski demikian, dari total tersebut terdapat sekitar 1.100 dapur yang belum mengantongi Surat Penetapan Penerima Manfaat (SPS), di mana sekitar 500 di antaranya tengah mengalami penangguhan (suspend).

"Dari 1.100 tadi, itu kira-kira 500-an itu suspend. Suspend itu ya karena IPAL atau karena pernah ada keracunan makanan, kemudian ada perbaikan, dan lain sebagainya," pungkas Sudaryono.


Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Regional
Lihat Nasional Selengkapnya