BANGGAI – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Banggai, Rudi Purwana K Bullah, mengimbau seluruh warga di daerahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berkedok Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya kasus penipuan yang menimpa seorang warga Desa Tou, Kecamatan Moilong, pada Selasa (22/10/2024), yang mengakibatkan korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Pelaku penipuan dilaporkan mengiming-imingi korban dengan janji akan mendapatkan bantuan uang tunai puluhan juta rupiah dan emas puluhan gram.

Menyikapi persoalan ini, Rudi Purwana mengaku telah mengambil langkah cepat. Ia telah memerintahkan seluruh petugas Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Banggai untuk segera mungkin menyampaikan himbauan kepada masyarakat.

"Himbauan itu agar warga tetap waspada dan tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal datang meminta data kependudukan dengan mengiming-imingi akan menerima bantuan sosial," ujar Rudi via telepon genggam.

Selain petugas PKH, Dinsos Banggai juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa. "Selain petugas PKH, kami juga sudah berkoordinasi dengan para Lurah dan Kepala Desa agar segera mungkin mengimbau masyarakat," tambahnya.

Rudi Purwana menekankan agar warga segera melakukan konfirmasi jika ada orang yang datang mengaku dari Dinas Sosial (Dinsos) dan melakukan pendataan data diri sambil menjanjikan bantuan sosial.

"Jika ada orang yang datang dengan mengaku dari dinas sosial dan melakukan pendataan, sebaiknya warga tersebut segera konfirmasi ke petugas PKH di tiap-tiap desa atau segera melapor ke Kantor Lurah/Desa atau bisa menghubungi langsung Dinas Sosial," terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan ini juga menyarankan agar warga tidak ragu meminta identitas resmi dari terduga pelaku. "Kemudian warga bisa juga menanyakan dan meminta identitas, atau bagusnya di foto agar bisa dikenal," tegas Rudi.

Mengenai kasus penipuan yang terjadi di Desa Tou, Kecamatan Moilong, Rudi Purwana telah meminta petugas PKH setempat untuk mendampingi korban dan membuka laporan di Kantor Kepolisian terdekat.

"Sampai sekarang kami masih menunggu perkembangan laporan. Pelaku ini awalnya mengaku dari Dinas Sosial, kemudian para pelaku mengatakan ada bantuan dari Pak Prabowo," pungkas Rudi, menegaskan bahwa modus yang digunakan pelaku adalah memanfaatkan nama institusi dan tokoh publik.