POSO – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso terus berupaya meningkatkan kualitas kelembagaan dan memperluas pilihan program studi bagi masyarakat. Memasuki usia ke-16 tahun sejak berdiri pada 2010, kampus yang beralamat di Jalan Umanasoli Nomor 135, Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso itu menargetkan perubahan status menjadi  Institut Agama Islam Poso pada 2027.

Ketua STAI Poso, Dr. H. Nasrudin L. Midu, M.Ag, mengatakan STAI Poso berdiri pada masa pemerintahan Bupati Poso saat itu, Piet Inkiriwang. Menurutnya, perjuangan mendirikan perguruan tinggi tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Poso.

"Saat ini STAI Poso telah berusia 16 tahun. Kami terus berupaya mengembangkan kampus agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat," kata Nasrudin, Kamis (30/7/2026).

Saat ini STAI Poso memiliki dua program studi, yakni  Program Studi Ekonomi Syariah  yang menghasilkan lulusan bergelar  Sarjana Ekonomi (S.E.), serta Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang menghasilkan lulusan bergelar  Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Untuk memperkuat pengembangan akademik, STAI Poso telah mengusulkan pembukaan tiga program studi baru, yaitu Program Studi Hukum Keluarga dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.), Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan gelar  Sarjana Pendidikan (S.Pd.), serta Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di bawah Fakultas Dakwah.

Menurut Nasrudin, seluruh dokumen pengajuan telah diproses secara daring. Selain itu, pihak kampus juga terus melakukan koordinasi langsung dengan instansi terkait agar usulan penambahan program studi segera memperoleh persetujuan dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi.

"Kalau tiga program studi ini disetujui, maka kami akan mengusulkan perubahan bentuk kelembagaan dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) menjadi Institut Agama Islam Poso. Dengan demikian, kami akan memiliki lima program studi sebagai syarat pengembangan lembaga," ujarnya.

Ia berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga pada 2027 STAI Poso resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Poso.

Menurutnya, perubahan status kelembagaan diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di STAI Poso. Dengan bertambahnya program studi, kampus tersebut diyakini akan semakin diminati, tidak hanya oleh calon mahasiswa dari Kabupaten Poso, tetapi juga dari Kabupaten Tojo Una-Una dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

"Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan wartawan, untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai perkembangan STAI Poso kepada masyarakat. Kami optimistis perubahan ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Poso," tutup Nasrudin.