TEL AVIV – Militer Israel dikabarkan mulai menggunakan amunisi lawas untuk melawan Iran di tengah laporan membengkaknya biaya perang yang sangat tinggi.
Lembaga siaran publik Israel, KAN, melaporkan pada Minggu, 22 Maret 2026, bahwa militer saat ini beralih menggunakan amunisi non-presisi yang telah disimpan selama sekitar 50 tahun.
Langkah ini diambil guna menghemat pengeluaran perang yang terus terkuras sekaligus mengosongkan ruang penyimpanan senjata di gudang-gudang militer.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan Israel belum memberikan komentar resmi terkait laporan penggunaan senjata "jadul" tersebut.
Melansir Anadolu Agency, kabar ini mencuat di tengah kekhawatiran masyarakat Israel akan potensi kerugian finansial yang masif imbas perang aliansi Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Surat kabar Haaretz sebelumnya melaporkan bahwa biaya yang dikeluarkan militer hanya dalam 20 hari pertama perang telah mencapai US$6,4 miliar atau sekitar Rp108,8 triliun.
Pemerintah Israel juga telah mengalokasikan dana darurat sebesar US$822,5 juta (sekitar Rp14 triliun) untuk membeli perlengkapan keamanan mendesak.
Alokasi ini muncul di tengah laporan bahwa Israel mulai kehabisan stok rudal pencegat untuk menghalau serangan udara.
Tak hanya itu, Angkatan Darat Israel dilaporkan sedang bersiap meminta tambahan anggaran dari parlemen di luar total anggaran perang yang sudah menyentuh US$12,5 miliar atau Rp212,5 triliun.
Perang yang pecah sejak akhir Februari ini telah meluas secara regional, dengan target serangan yang merembet ke fasilitas energi di negara-negara Teluk.
Sejumlah pengamat menilai Iran tengah menjalankan strategi atrisi, yakni sebuah taktik perang berlarut-larut untuk menguras ekonomi dan psikologis lawan.
Strategi ini dirancang untuk menimbulkan beban biaya tinggi bagi Israel dan sekutunya tanpa harus selalu terlibat dalam konfrontasi konvensional secara terbuka.
Melalui penggunaan proksi dan taktik asimetris, Iran berupaya membuat biaya pertahanan Israel menjadi tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.