JAKARTA – Pemerintah resmi mengumumkan pemberlakuan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu kali dalam sepekan, tepatnya setiap hari Jumat.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak rambatan konflik di Timur Tengah yang memicu gejolak harga energi dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa aturan ini berlaku serentak bagi ASN di tingkat pusat maupun daerah mulai Rabu, 1 April 2026.

"Penerapan WFH ASN di pusat dan daerah satu hari kerja tiap Jumat. Ini adalah bagian dari program transformasi budaya kerja nasional yang menjunjung konsep efisiensi dan modern," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa malam (31/3).

Pembatasan Kendaraan Dinas

Selain pengaturan jam kerja, pemerintah juga memperketat penggunaan fasilitas negara untuk menekan mobilitas yang tidak mendesak. Beberapa poin utama dalam kebijakan ini meliputi:

  • Pembatasan Kendaraan Dinas: Penggunaan mobil dinas dipangkas hingga 50 persen.

  • Transformasi Digital: Mendorong pelayanan publik berbasis daring untuk mengurangi tatap muka.

  • Prioritas Transportasi Publik: ASN didorong untuk beralih ke transportasi massal guna mengurangi beban konsumsi BBM subsidi.

Airlangga menambahkan bahwa teknis pelaksanaan kebijakan ini akan diatur secara rinci melalui Surat Edaran (SE) dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

"Melalui SE Menteri PANRB, kita mendorong efisiensi mobilitas dan transformasi digital di lingkungan birokrasi," tuturnya.

Respons Terhadap Krisis Energi

Langkah drastis ini dinilai perlu diambil agar beban fiskal negara tidak membengkak akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Dengan merumahkan ASN setiap Jumat, pemerintah berharap terjadi penghematan signifikan pada penggunaan listrik di gedung-gedung perkantoran serta konsumsi bahan bakar kendaraan dinas.

Kebijakan ini sekaligus menjadi ujian bagi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang selama ini dikembangkan, agar produktivitas ASN tetap terjaga meskipun tidak berada di kantor.