Banggainesia Membership Banggainesia.com+

Protes Debu Tambang di Morowali, Mobil Dihantam Ekskavator hingga Alat Berat Dibakar

Aksi pemalangan jalan hauling PT ASKON/BKR oleh warga Matarape berujung kerusuhan yang mengakibatkan sejumlah kendaraan dirusak dan dibakar massa.

Andi Baso Heri
Andi Baso Heri - Banggainesia.com
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:54:57 WITA
Protes Debu Tambang di Morowali, Mobil Dihantam Ekskavator hingga Alat Berat Dibakar

Tangkapan layar: Eksavator memaksa mengeluarkan dua mobil warga yang digunakan untuk memblokade jalan hauling

MATARAPE — Aksi protes warga terkait dampak debu tambang nikel di Desa Matarape, perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, berujung rusuh, Jumat, 2 Oktober 2026.

Konflik dipicu oleh aksi sekitar 50 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Matarape yang memalang jalan hauling PT ASKON/BKR di Pos Security Jetty menggunakan dua kendaraan roda empat untuk menuntut kompensasi ganti rugi lahan serta penanganan dampak debu.

"Kehadiran PT ASKON di Matarape diduga menjadi malapetaka, pengrusakan lahan milik masyarakat, debu hauling sampai ke pemukiman," tegas salah satu peserta aksi.

Situasi memanas sekitar pukul 12.30 WITA ketika massa mendapati dua kendaraan yang digunakan untuk memalang jalan telah rusak dihantam ekskavator milik perusahaan.

Insiden tersebut memicu aksi saling pukul yang menyebabkan dua warga bernama Rinto dan Dowir terluka, sementara seorang karyawan perusahaan bernama Yusuf mengalami luka memar pada wajah dan kepala.

Kemarahan massa berlanjut pada aksi pembakaran dan perusakan aset perusahaan sekitar pukul 13.30 WITA. Sebanyak tiga unit LV Hilux mengalami rusak berat, sedangkan tiga unit LV Hilux lainnya, satu unit motor grader, serta satu unit ekskavator SANY dibakar massa hingga hangus sebelum mereka bergerak ke kantor PT ASKON/BKR pada pukul 15.27 WITA.

Aparat kepolisian gabungan dari Polres Morowali dan Polres Konawe Utara disiagakan di lokasi jetty dan kantor perusahaan untuk mencegah bentrokan susulan.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengimbau masyarakat untuk menahan diri.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat di Desa Matarape agar senantiasa menahan diri, tidak mudah terpancing oleh provokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada pihak berwenang," ujar Reza.

Meskipun demikian, warga yang dikomandoi Muhlis dan Rinto menjadwalkan aksi demonstrasi skala besar dan mendesak penghentian total seluruh aktivitas hauling PT ASKON/BKR hingga ada kepastian ganti rugi lahan dan penanganan debu.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Regional
Lihat Daerah Selengkapnya