BATUI – Konflik antara warga dan pengusaha peternakan ayam di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, akhirnya dimediasi oleh jajaran Forkopimca di Kantor Camat Batui pada Senin pagi, 30 Maret 2026.
Musyawarah ini digelar menyusul banyaknya keluhan masyarakat di Kelurahan Bakung dan Kelurahan Sisipan yang mengaku rumah mereka diserbu ribuan lalat. Warga menuding operasional kandang ayam dengan sistem terbuka sebagai pemicu utama meningkatnya hama lalat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
Kapolsek Batui, IPTU Teguh Pria Adjisaka, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah antisipatif Polri untuk menghindari terjadinya keributan atau tindakan anarkis dari warga yang merasa dirugikan.
"Masyarakat meminta solusi konkret karena munculnya taburan lalat pembawa hama ini sudah sangat meresahkan. Ini menyangkut masalah kenyamanan dan sanitasi lingkungan," ujar IPTU Teguh, Senin (30/3).
Hasil Kesepakatan Musyawarah: Dalam rapat yang dihadiri Sekcam Batui, Koramil 1308-03, penyuluh peternakan, serta perwakilan pengusaha, dihasilkan beberapa poin keputusan penting:
Penutupan Kandang Sistem Terbuka: Para pengusaha peternakan yang saat ini menggunakan sistem terbuka diwajibkan untuk menutup operasionalnya.
Transformasi Sistem Tertutup: Peternak diwajibkan mengurus izin baru dan beralih menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) yang lebih ramah lingkungan dan minim polusi hama.
Masa Tenggang: Peternak diberikan waktu hingga masa panen saat ini berakhir sebelum secara resmi menutup atau merenovasi kandang mereka.
Kapolsek menegaskan bahwa persoalan ini memerlukan komitmen kuat dari para pengusaha untuk menaati aturan operasional peternakan yang sehat.
"Permasalahan ini memerlukan kerja sama dari seluruh pihak. Komunikasi yang baik dan langkah terarah akan mengatasi persoalan tanpa harus menimbulkan konflik fisik di lapangan," tegasnya.
Hadirnya unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan dalam rapat tersebut diharapkan menjadi jaminan bahwa kesepakatan ini akan dikawal ketat hingga masa panen tiba.
Pihak penyuluh peternakan juga diminta untuk terus mendampingi para pemilik usaha dalam proses transisi menuju sistem kandang tertutup agar roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat sekitar.