Banggainesia Membership Banggainesia.com+

Membuka Asa di Balik Jeruji: Lapas Luwuk Gelar Program Sekolah Kesetaraan Warga Binaan

Lewat program pendidikan nonformal berkelanjutan, puluhan warga binaan Lapas Kelas IIB Luwuk bersiap kembali ke masyarakat dengan ijazah legal dan bekal keterampilan hidup.

Andi Baso Heri
Andi Baso Heri - Banggainesia.com
Jumat, 25 September 2026 | 20:21:10 WITA
Membuka Asa di Balik Jeruji: Lapas Luwuk Gelar Program Sekolah Kesetaraan Warga Binaan

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk Muhammad Bahrun (tengah, memegang mikrofon) memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C di Aula Lapas Luwuk, Kabupaten Banggai, Jumat (25/9).

LUWUK — Membawa asa perubahan di balik jeruji besi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia para warga binaannya.

Berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Luwuk, serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) BSB, Lapas Luwuk menggelar Sosialisasi Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang bertempat di Aula Lapas Kelas IIB Luwuk tersebut menjadi angin segar bagi puluhan warga binaan. Program ini hadir sebagai langkah konkrit untuk memastikan terpenuhinya hak atas pendidikan bagi warga binaan meski tengah menjalani masa pidana.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk Muhammad Bahrun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Syafrudin Hinelo, Kepala PKBM BSB Yuliati Lamaka, serta perwakilan dari SKB Kabupaten Banggai.

Dalam sambutannya, Kalapas Luwuk Muhammad Bahrun menekankan pentingnya membekali warga binaan dengan latar belakang pendidikan formal yang memadai sebagai fondasi utama sebelum mereka kembali dan berbaur ke tengah masyarakat. Menurut Bahrun, langkah strategis ini sejalan dengan arahan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Program Pendidikan Kesetaraan ini merupakan salah satu pilar pembinaan yang sangat krusial di Lapas Luwuk. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin peningkatan kualitas pembinaan dan perluasan akses pendidikan kesetaraan," ujar Bahrun.

Ia menambahkan, muara dari program ini adalah jaminan masa depan yang lebih baik bagi para peserta. "Kami ingin memastikan mereka keluar dari sini membawa bekal dan ijazah yang berguna untuk masa depan," tegasnya.

Kesempatan Kedua

Dukungan penuh mengalir dari Pemerintah Kabupaten Banggai. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Syafrudin Hinelo menegaskan bahwa hak mendapat pendidikan melekat pada setiap warga negara tanpa terkecuali, tak terhalang oleh dinding pemasyarakatan.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan di Lapas Luwuk. Kami siap bersinergi penuh agar pelaksanaan Program Paket A, B, dan C ini berjalan lancar. Kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan kedua bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas SDM," kata Syafrudin.

Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis terkait mekanisme modul pembelajaran, penjadwalan, hingga alur evaluasi oleh pihak SKB dan PKBM BSB.

Kepala PKBM BSB Yuliati Lamaka menjelaskan bahwa pola pembelajaran telah dirancang secara adaptif sesuai kurikulum kesetaraan nasional tanpa mengabaikan faktor keamanan dan kondisi di dalam lembaga pemasyarakatan.

"Pendidikan di dalam lapas dikategorikan sebagai pendidikan nonformal yang dikemas secara khusus. Istimewanya, program pembelajaran ini nantinya dipadukan dengan berbagai pelatihan keterampilan (soft skill) guna memberikan pengalaman kerja nyata," jelas Yuliati.

Ia menekankan agar seluruh peserta menjaga komitmen dan kedisiplinan selama proses belajar-mengajar hingga ujian akhir agar ijazah yang diperoleh sah secara legal dan diakui negara.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Lapas Kelas IIB Luwuk optimistis mampu mencetak lulusan warga binaan yang mandiri, berkarakter, dan berdaya saing setelah merampungkan masa pembinaan.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Regional
Lihat Metro Selengkapnya