Banggainesia Membership Banggainesia.com+
HEADLINE

Siapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat, Lapas Luwuk Gelar Aksi Sosial di Puskesmas Simpong

Sinergitas instansi wujudkan kepedulian sosial dan pemulihan kepercayaan diri bagi narapidana jelang bebas.

Andi Baso Heri
Andi Baso Heri - Banggainesia.com
Kamis, 10 September 2026 | 08:34:07 WITA
Siapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat, Lapas Luwuk Gelar Aksi Sosial di Puskesmas Simpong

Kepala Seksi Binapigiatja Lapas Kelas IIB Luwuk, Rudi Santoso, bersama jajaran dan Kepala Puskesmas Simpong, Sumiatry Yanti Emping, memantau langsung kegiatan bakti sosial warga binaan yang sedang membersihkan dan menata area sekitar Puskesmas Simpong

LUWUK — Paradigma pembinaan pemasyarakatan kini bergeser lebih maju, tak lagi sebatas retorika di balik tembok penjara, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh denyut nadi pelayanan publik. Semangat transformasi tersebut ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk melalui program asimilasi berbasis kontribusi sosial di Puskesmas Simpong, Kabupaten Banggai, Kamis (10/9/2026).

Langkah terobosan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso, bersama jajaran staf. Sebanyak tujuh warga binaan pilihan yang telah memenuhi syarat kualifikasi asimilasi diterjunkan langsung untuk meremajakan serta menata fasilitas umum di kawasan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahruun, menegaskan bahwa pendekatan ini dirancang sebagai jembatan integrasi futuristik bagi para warga binaan agar siap menyongsong peran baru saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan untuk membangun kepedulian, tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri Warga Binaan. Ketika mereka diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa mereka juga memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” tegas Muhammad Bahruun.


FOTO: Kepala Puskesmas Simpong, Sumiatry Yanti Emping (AB)

Langkah progresif ini mendapat sambutan hangat dari pihak pengelola fasilitas kesehatan. Kepala Puskesmas Simpong, Sumiatry Yanti Emping, mengapresiasi model kolaborasi lintas instansi yang dinilainya memberikan dampak instan pada kenyamanan layanan publik.

“Saya sebagai Kepala Puskesmas sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan program dari Lapas Kelas IIB Luwuk. Bagi kami, program ini sangat membantu terkait dengan fasilitas pelayanan di Puskesmas Simpong. Ini sinergi bersama antara Puskesmas Simpong dan Lapas Kelas IIB,” ujar Sumiatry Yanti Emping.

Sumiatry optimistis bahwa sinergi modern ini akan terus berlanjut sebagai acuan standar pembinaan sosial masa depan, sekaligus menjadi batu loncatan bagi para warga binaan untuk memulihkan modal sosial mereka.

“Mudah-mudahan kami berharap ke depan program ini tetap berjalan, sehingga sinergitas antara Puskesmas Simpong dan Lapas semakin solid. Harapannya buat warga binaan, setelah bebas nanti mereka tetap dapat bersosialisasi dengan baik bersama masyarakat. Kami juga berharap apa yang sudah dilakukan ini tentu berdampak sangat baik untuk mereka,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement