Ampana — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 7 hektare lahan di Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Minggu pagi, 30 Agustus 2026.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat kobaran api pertama kali muncul sekitar pukul 05.30 WITA. Laporan kejadian tersebut kemudian diterima petugas pada pukul 08.15 WITA.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat insiden ini. Situasi di lokasi kejadian kini dinyatakan aman dan terkendali setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Saat ini api sudah padam dan masyarakat masih melakukan pemantauan untuk mencegah api merembet," tulis BPBD Provinsi Sulteng dalam laporan resminya seperti dikutip beritasatu.com.
Meski api telah padam, BPBD menggarisbawahi kebutuhan mendesak berupa peralatan mobile pemadaman karhutla untuk memaksimalkan penanganan di titik-titik lokasi yang sulit dijangkau.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng Asbudianto mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi karhutla yang masih tinggi akibat kondisi kemarau. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika melihat titik api baru," tegasnya.