BUNTA – Keceriaan satu keluarga asal Desa Tuntung yang hendak berbelanja kebutuhan Lebaran ke Kota Luwuk berubah menjadi duka mendalam. Sebuah kecelakaan maut terjadi di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Dusun Abason, Desa Balanga, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, pada Selasa, 17 Maret 2026.

Peristiwa tragis ini melibatkan sebuah mobil Suzuki Futura bernomor polisi DN 1184 CU dengan satu unit sepeda motor yang dikendarai satu keluarga beranggotakan empat orang. Akibat tabrakan hebat tersebut, seorang anak berinisial RN (10) dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara tiga anggota keluarga lainnya mengalami luka berat.

Kasat Lantas Polres Banggai, IPTU Ade Irvan Rivai Kunia, mengonfirmasi bahwa para korban luka adalah HM (43), HA (34), dan balita berinisial JN (3). "Empat orang korban merupakan satu keluarga warga Desa Tuntung, Kecamatan Bunta," ujar Ade Irvan, Rabu, 18 Maret 2026.

Kecelakaan bermula sekitar pukul 11.00 WITA saat mobil yang dikemudikan oleh ML (54), warga Desa Jayabakti, melaju dari arah Pagimana menuju Bunta. Petaka muncul ketika konsentrasi pengemudi terpecah; ML mencoba mengambil barang bawaan yang terjatuh di lantai mobil saat kendaraan tengah melaju.

Seketika, mobil hilang kendali dan melambung terlalu ke kanan masuk ke jalur berlawanan. Di saat yang bersamaan, sepeda motor korban melintas. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan adu banteng tak terelakkan.

"Pengendara sepeda motor saat itu sedang berboncengan dengan istri dan dua anaknya. Mereka rencananya hendak menuju Kota Luwuk untuk membeli perlengkapan hari raya," tambah Ade Irvan.

Benturan keras tersebut menyebabkan RN meninggal dunia seketika akibat luka parah. Sementara itu, HM, HA, dan JN langsung dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Sebaliknya, pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka sedikitpun.

Saat ini, pihak Satlantas Polres Banggai telah mengamankan ML beserta barang bukti kendaraan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. "Sopir telah diamankan dan saat ini tengah menjalani proses hukum," tegas Kasat Lantas.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pengendara untuk tetap fokus dan tidak melakukan aktivitas sekecil apa pun yang dapat mengalihkan konsentrasi saat berada di balik kemudi, terutama di jalur padat Trans Sulawesi.