LUWUK – Bupati Banggai Amirudin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kelistrikan bersama jajaran Direksi PT PLN (Persero) di Hotel Estrella Luwuk, Jumat, 12 Maret 2026.
Pertemuan strategis ini difokuskan untuk membedah masalah klasik di Sulawesi Tengah, yakni pemadaman listrik yang masih kerap menghantui wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang yang turut hadir menyebut Kabupaten Banggai, Morowali, dan Morowali Utara adalah mesin pertumbuhan ekonomi di Sulteng.
"Sangat tidak elok jika pertumbuhan ekonomi yang pesat ini tidak ditunjang dengan layanan listrik yang merata," tegas Febriyanthi dalam rapat tersebut.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, merespons hal itu dengan menekankan pentingnya langkah jangka pendek dan menengah.
Terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan, Rizal memastikan pihaknya terus berupaya meminimalkan pemadaman agar tidak memicu komplain dari pelanggan.
Bupati Amirudin memaparkan, berdasarkan laporan PLN, Kabupaten Banggai saat ini sebenarnya sedang mengalami surplus listrik sekitar 14 MW dari PLTMG di Kecamatan Batui.
Namun, ia khawatir surplus tersebut tidak bertahan lama seiring dengan ledakan investasi di wilayahnya yang tumbuh ratusan persen setiap tahun.
"Semua investasi itu merupakan industri besar yang mengonsumsi daya listrik sangat banyak," ujar Amirudin mengingatkan perlunya antisipasi sejak dini.
Selain kebutuhan industri, Bupati juga mendesak PLN untuk memberikan atensi khusus pada pemerataan jaringan listrik hingga ke tingkat desa.
Ia berharap PLN segera menindaklanjuti sejumlah proposal bantuan tiang listrik dan pengembangan jaringan distribusi yang telah diajukan desa-desa melalui PLN UP3 Luwuk.
Rakor ini diharapkan menjadi titik balik perbaikan infrastruktur kelistrikan guna memastikan pasokan daya tetap stabil di tengah geliat industri di Banggai.