WASHINGTON – Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran militer Iran pada Jumat (17/7) malam, gelombang ketujuh berturut-turut seiring memanasnya kembali konflik bersenjata. Sebagai balasan, pasukan Iran menyerang lokasi yang menampung pasukan AS di Kuwait maupun Yordania.
Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM, yang memegang kendali operasi di kawasan Timur Tengah, menyatakan Sabtu (18/7) bahwa serangan terbaru ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran. Sasaran yang dihantam meliputi lokasi pengintaian, infrastruktur logistik, gudang senjata bawah tanah, hingga sarana pendukung kekuatan maritim.
"Pasukan AS mengerahkan pesawat tempur, pesawat nirawak, kapal perang, serta aset lainnya," demikian bunyi pernyataan CENTCOM. "Kami terus meminta pertanggungjawaban Iran sesuai arahan Panglima Tertinggi, sekaligus memberlakukan blokade laut penuh terhadap pelabuhan-pelabuhan negara itu."
Melalui media resmi pemerintahnya, Teheran mengumumkan serangan balasan. Di Kuwait, sasaran meliputi gudang amunisi Kamp Al-Adiri, markas dan depot amunisi Pangkalan Ali Al-Salem, serta sejumlah fasilitas komunikasi di kompleks militer tempat pasukan AS bermukim. Sementara di Yordania, Iran menyatakan menghantam tangki bahan bakar di Pangkalan Al-Azraq.
Pihak Kuwait mengonfirmasi adanya aktivitas pertahanan udara guna mencegat sasaran bermusuhan, namun tidak merinci asal serangan. Di sisi lain, peringatan bahaya serangan udara sempat berbunyi di Bahrain, lokasi pangkalan utama Angkatan Laut Amerika Serikat.