JAKARTA – Sebuah insiden tragis terjadi di lingkungan sekolah dasar ketika sebuah mobil operasional pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) nyelonong masuk ke dalam area SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.39 WIB ini mengakibatkan sedikitnya 20 orang terluka, terdiri dari guru dan siswa.
Mobil berjenis GranMax yang dikemudikan oleh sopir berinisial AI tersebut diduga kehilangan kendali saat hendak menanjak di lingkungan sekolah.
Pengakuan Sopir: Keliru Injak Gas
Kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir AI dan kernetnya, MRR. Menurut keterangan sementara dari pihak kepolisian, sopir AI berdalih bahwa kecelakaan fatal ini disebabkan oleh kekeliruan saat menginjak pedal.
Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri menjelaskan kronologi singkat berdasarkan pengakuan sopir.
"Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas," jelas Kompol Bobi Subasri.
Dua Puluh Orang Terluka
Peristiwa nahas itu terjadi saat para murid sedang mengikuti kegiatan di halaman sekolah. Mobil GranMax tersebut dilaporkan lebih dulu menghantam pagar sekolah sebelum akhirnya menabrak kerumunan siswa yang berada di lapangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan jumlah korban luka-luka. "Korban 20 orang, terdiri atas 19 siswa dan 1 orang guru," kata Kombes Budi Hermanto.
Para korban segera mendapatkan penanganan medis. Lima orang di antaranya dirawat di RS Koja, sementara 14 orang lainnya dilarikan ke RSUD Cilincing. Satu korban lainnya dirawat di puskesmas setempat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa keterangan sopir AI masih bersifat sementara. Polisi masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kelayakan kendaraan dan kemungkinan faktor kelalaian lainnya. Kapolda Metro Jaya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta diketahui turut menjenguk para korban dan memberikan dukungan moral.