TOILI - Ahmad Abas anggota polisi yang karib disapa 'pak ustad' begitu dikenal luas masyarakat di dataran Toili, Kabupaten Banggai. Ia merupakan polisi berpangkat inspektur dua (IPDA) yang kerap berdakwah dari masjid ke masjid hingga ditempat-tempat hajatan warga.
Tak heran kemudian kegiatan dakwah disela-sela tugasnya telah memberikan predikat pada Bhabinkamtibmas ini sebagai polisi da'i.
Uniknya, dalam setiap ceramahnya, ia selalu mengenakan seragam kepolisian, tak ada maksud lain dengan pakaian polisi itu. Namun Abas berpendapat, upaya itu menunjukkan bahwa tugas sebagai anggota Polri bisa seiring sejalan dengan kegiatan syiar agama.
Sebagai anggota Polri, Abas merasa memiliki tanggung jawab lebih besar, bukan hanya dalam hal menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Ia memilih pendekatan dakwah karena percaya bahwa agama dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat.
“Saya melihat bahwa pendekatan religi lebih efektif dalam menarik simpati masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih dekat dengan polisi,” ujar IPDA Abas, Sabtu (17/5/2025).
Namun, perjuangannya tidak selalu mudah. Awalnya, banyak yang meragukan kiprahnya karena berlatar belakang polisi. Seiring waktu, ia membuktikan bahwa dakwahnya membawa pesan keagamaan juga imbauan kamtibmas.
“Alhamdulillah, banyak yang mendukung dan mengapresiasi. Saya ingin terus belajar agar ceramah saya lebih menarik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Abas.
Selamat bertugas IPDA Abas semoga niat mulia dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dengan pendekatan religi bisa menjadi catatan kebaikan baik di dunia maupun akhirat nantinya.