LUWUK - Bupati Banggai Amirudin bersama Wakil Bupati Furqanuddin Masulili dan jajaran Pemerintah Daerah melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Mirqan, kawasan perkantoran Bukit Halimun, Luwuk Selatan, Sabtu, 21 Maret 2026.

Momen ini mencatatkan sejarah baru bagi masyarakat setempat. Untuk pertama kalinya, Lapangan Mirqan digunakan sebagai pusat pelaksanaan salat Id tingkat kabupaten, menggeser tradisi rutin yang biasanya dipusatkan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk.

Dalam pelaksanaan salat tersebut, Muhammad Jukri AT Arsyad bertindak sebagai imam. Sementara itu, Bupati Amirudin tampil langsung di mimbar sebagai khatib untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan di hadapan ribuan jemaah.

Amirudin mengajak seluruh jemaah untuk memaknai Idulfitri sebagai momentum besar untuk merajut kembali tali silaturahmi. Ia menekankan pentingnya menghapus kesalahan masa lalu dan berhijrah menuju kebaikan.

"Inilah hari terbaik bagi kita untuk saling bermaaf-maafan. Hilangkan semua prasangka dan silang sengketa. Kita rebut kembali kasih sayang Allah SWT," ujar Amirudin dalam khotbahnya.

Salah satu poin tajam yang disampaikan Bupati adalah mengenai dampak perbedaan pilihan politik di tengah masyarakat. Ia meminta agar segala ekses negatif atau perpecahan akibat dinamika politik segera diakhiri.

Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun setelahnya masyarakat harus kembali bersatu demi kepentingan daerah yang lebih besar.

"Yang lalu biarlah berlalu. Kita sudah melewati masa itu. Saat ini fokus kita adalah pelayanan publik dan percepatan pembangunan. Jangan lagi bicara pilkada, tapi bicaralah apa yang dibutuhkan masyarakat Banggai," tegasnya.

Amirudin juga mengingatkan jemaah untuk membuang perasaan dendam dan menghentikan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media sosial yang dapat memicu perpecahan.

Suasana khotbah sempat berubah haru ketika Bupati mengajak jemaah mengenang jasa kedua orang tua. Ia berpesan agar mereka yang masih memiliki orang tua untuk segera bersimpuh dan memuliakan mereka sebelum ajal menjemput.

"Bersimpuhlah di hadapan mereka, cium tangan mereka, dan peluk tubuh mereka yang sudah rapuh, karena suatu saat mereka pasti akan meninggalkan kita," tuturnya dengan nada bergetar.

Menutup rangkaian ibadah, Bupati Amirudin meminta kerelaan jemaah untuk saling membuka hati dan melapangkan dada dalam memaafkan satu sama lain.

Usai salat dan khotbah berakhir, Bupati beserta jajaran pejabat Forkopimda tampak berbaur langsung dengan warga di tengah lapangan, saling berjabat tangan dan melempar senyum sebagai simbol kemenangan lahir dan batin.