LUWUK — Warga di sejumlah kawasan timur Sulawesi Tengah belakangan ini dilanda suhu dingin saat malam hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan suhu udara cukup drastis di wilayah ini, khususnya menjelang dini hari.

Jika pada siang hari cuaca terasa hangat normal, kondisi sebaliknya justru terjadi selepas matahari terbenam. Otoritas cuaca mencatat suhu udara rata-rata merosot tajam di bawah 26°C. Bahkan di beberapa titik pemukiman, merkuri pada termometer bisa anjlok hingga menyentuh angka 18°C sampai 24°C.

Berdasarkan rilis resmi stasiun meteorologi setempat, berikut adalah pemetaan wilayah yang mencatatkan suhu paling dingin:

  • Kecamatan Kintom: Menjadi kawasan paling dingin dengan potensi suhu minimum menyentuh 18°C.

  • Kota Luwuk & Kecamatan Batui: Mengalami penurunan suhu hingga kisaran 19°C - 20°C.

  • Kecamatan Toili & Kecamatan Lamala: Mengikuti di kisaran 20°C - 23°C.

Dipicu Embun Pekat dan Faktor Musim

Menurut analisis sinoptik BMKG, fenomena merosotnya suhu udara ini utamanya dipicu oleh kondisi cuaca yang berembun pekat serta pengaruh musim penghujan. Tingginya intensitas hujan membuat tingkat kelembapan udara di malam hari melonjak drastis hingga mencapai 85% sampai 99%. Kelembapan tinggi inilah yang mempercepat pelepasan panas bumi ke atmosfer, sehingga udara di permukaan terasa menusuk tulang.

Kendati demikian, kondisi tersebut bersifat temporer. Memasuki siang hari, paparan sinar matahari akan kembali menstabilkan suhu udara di bumi batui dan sekitarnya ke angka rata-rata normal, yakni 26°C hingga 29°C.

Menyikapi perubahan cuaca yang fluktuatif ini,  sebaiknya masyarakat—khususnya di lima kecamatan terdampak—untuk lebih waspada menjaga imunitas tubuh. Perbedaan suhu yang kontras antara siang dan malam hari dinilai rentan memicu gangguan kesehatan.

Warga yang kerap beraktivitas di luar ruangan pada malam hari atau subuh sangat disarankan untuk mengenakan pakaian tebal.

Untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time dan akurat di lokasi Anda masing-masing, masyarakat dapat mengakses pembaruan data berkala melalui situs resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG.