Banggainesia Membership Banggainesia.com+

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Angin segar perdamaian di Timur Tengah mendadak berembus setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan serangan militer ke infrastruktur energi Iran. Pernyataan mengejutkan ini seketika meredam gejolak pasar energi dunia

Saiful Yamin
Saiful Yamin - Banggainesia.com
Selasa, 24 Maret 2026 | 02:14:49 WITA
Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Ilustrasi.Foto: REUTERS/Dado Ruvic

JAKARTA – Harga minyak mentah dunia merosot tajam pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026, menyusul sinyal deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi ini dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump yang memutuskan untuk menunda serangan udara ke berbagai pembangkit listrik di Iran.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka terjun bebas sekitar US 96 per barel pada pukul 11:08 GMT.

Penurunan serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang merosot US85,28 per barel.

Meski terjun bebas, posisi harga minyak saat ini tercatat masih sepertiga lebih tinggi dibandingkan periode sebelum agresi AS-Israel ke Iran pecah pada 28 Februari lalu.

Dinamika pasar ini merupakan respons langsung atas unggahan terbaru Trump di media sosial Truth Social yang mengklaim adanya kemajuan diplomasi.

"Saya senang melaporkan bahwa AS dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian permusuhan di Timur Tengah," tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa pembicaraan intensif akan berlanjut sepanjang pekan ini guna mencari solusi total atas konflik yang telah meluas tersebut.

Sebagai bentuk itikad baik, Trump mengaku telah menginstruksikan Departemen Perang AS untuk menghentikan seluruh rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.

"Penundaan ini tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjut Trump sebagaimana dikutip dari CNN.

Perubahan sikap ini tergolong drastis. Pasalnya, dua hari sebelumnya, Trump sempat mengancam akan membombardir pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada Senin malam.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan pernyataan resmi apakah mereka menyetujui versi pembicaraan damai yang disampaikan oleh Trump tersebut.

Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar tetap waspada, meski tekanan harga energi untuk sementara waktu mulai melandai dari level puncaknya.


Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Regional
Lihat Ekonomi Selengkapnya