TEHERAN – Eskalasi militer di wilayah Iran dilaporkan terus meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan unit pertahanan udara mereka menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak (drone) buatan Israel. Pesawat nirawak tersebut terdeteksi melintas di wilayah udara Kota Isfahan, Iran Tengah, yang merupakan salah satu pusat strategis negara tersebut, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Melansir laporan Tehran Times, armada yang berhasil dilumpuhkan tersebut diidentifikasi sebagai drone jenis Heron. Drone ini dikenal sebagai kendaraan udara tak berawak (unmanned aerial vehicle/UAV) terbesar yang dimiliki militer Israel dan telah dioperasikan sejak tahun 2007 untuk berbagai misi pengintaian serta serangan jarak jauh. Keberhasilan pelumpuhan aset asing di Isfahan ini mencerminkan ketatnya pengawasan wilayah udara Iran di tengah ancaman konflik yang kian nyata di kawasan tersebut.

Namun, di tengah keberhasilan pertahanan udara di Isfahan, serangan udara Israel dilaporkan berhasil menyasar wilayah pemukiman di bagian barat Iran pada waktu yang hampir bersamaan. Setidaknya enam warga sipil dilaporkan terluka akibat hantaman rudal yang meledak di Kota Poldokhtar, Provinsi Lorestan. Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, serangan tersebut menghantam area padat penduduk yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan sipil.

"Setidaknya enam orang terluka di daerah pemukiman," ungkap laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa otoritas medis dan tim penyelamat setempat hingga kini masih melakukan evakuasi serta pendataan kerugian material akibat agresi di Poldokhtar. Jatuhnya drone Heron di Isfahan dan serangan rudal di Lorestan ini dianggap sebagai sinyalemen kuat bahwa konflik antara kedua negara telah memasuki fase konfrontasi yang lebih intens dan berisiko tinggi.

Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi terkait klaim jatuhnya drone Heron maupun operasi serangan rudal yang menyasar Provinsi Lorestan. Sementara itu, Pemerintah Iran menegaskan bahwa upaya penyusupan aset militer asing ke wilayah udara mereka merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, yang akan direspons dengan kesiapsiagaan penuh dari seluruh unit pertahanan militer mereka.