WASHINGTON DC – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pengerahan pesawat pengebom strategis B-2 Spirit untuk menghancurkan fasilitas militer bawah tanah Iran di tengah eskalasi konflik yang kian memanas. Militer AS dilaporkan telah menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon untuk melumpuhkan peluncur rudal balistik yang terkubur dalam-dalam, menyasar jantung pertahanan Teheran sebagai bagian dari kampanye udara skala besar.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dalam keterangannya melalui Anadolu Agency pada Jumat, 6 Maret 2026, memaparkan bahwa kekuatan udara AS telah menggempur hampir 200 target strategis di berbagai wilayah Iran dalam tiga hari terakhir. Operasi ini tidak hanya berfokus pada pinggiran kota, tetapi juga menyasar lokasi-lokasi vital di sekitar ibu kota Teheran untuk memutus rantai komando militer negara tersebut.
"Hanya dalam satu jam terakhir, sejumlah pesawat pengebom B-2 AS menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur-peluncur rudal balistik yang terkubur dalam-dalam," ujar Cooper dalam konferensi pers di Florida. Selain fasilitas rudal, Cooper menyebut serangan juga diarahkan pada Komando Antariksa Iran dan armada Angkatan Laut, yang mengakibatkan lebih dari 30 kapal perang Iran ditenggelamkan serta sebuah kapal induk pengangkut drone dilaporkan terbakar.
CENTCOM mengeklaim bahwa rangkaian serangan gabungan yang melibatkan Israel ini telah memberikan dampak lumpuh yang signifikan bagi kekuatan tempur Iran. Cooper mencatat serangan rudal balistik dari pihak Iran telah berkurang hingga 90 persen dan serangan drone menurun sekitar 83 persen sejak hari pertama operasi dimulai. Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap berada dalam posisi waspada tinggi mengingat respons balasan masih terus terjadi di beberapa titik pangkalan AS.
Situasi di Timur Tengah dilaporkan mencapai titik didih setelah rangkaian serangan udara ini juga dilaporkan merenggut nyawa sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi di Teheran. Di sisi lain, Iran merespons dengan melancarkan gelombang rudal dan drone ke target-target strategis di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Setidaknya enam tentara Amerika dikonfirmasi tewas akibat hantaman drone Iran yang menyasar pangkalan di Kuwait, menandai salah satu konfrontasi langsung paling mematikan dalam sejarah ketegangan kedua negara.