Pemuda Asal Banggai Laut Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Pemeriksaan luar tim forensik RSUD Luwuk tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban; pihak keluarga menolak autopsi.
LUWUK, BANGGAINESIA.com — Seorang pria berusia 22 tahun berinisial AN ditemukan tewas tergantung di dalam kamar mess pekerja toko roti di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Karaton, Luwuk, Kabupaten Banggai, Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 09.50 WITA.
Korban yang merupakan warga Desa Tabulang, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut itu pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, Suhirno (32). Penemuan bermula saat pihak toko menghubungi Suhirno untuk menanyakan keberadaan korban yang belum kunjung masuk kerja.
“Korban ditemukan oleh rekan kerjanya, Suhirno (32), setelah mendapat telepon dari pihak toko yang menanyakan keberadaan korban karena belum masuk kerja,” ujar Kepala Seksi Humas Polresta Banggai Ajun Komisaris Polisi Saiman.
Saat memeriksa kamar korban di lantai tiga mess, saksi mendapati AN sudah dalam kondisi tergantung dan tidak bergerak. Melihat kondisi itu, saksi lantas bergegas meminta bantuan serta berupaya memberikan pertolongan sebelum melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Menerima laporan masyarakat, personel Unit Identifikasi bersama piket Reserse Kriminal dan Polsek Luwuk segera mendatangi lokasi sekitar pukul 11.00 WITA. Petugas langsung melakukan pengamatan umum, dokumentasi, pemeriksaan awal terhadap jenazah, pengambilan sidik jari, wawancara saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Sekitar pukul 11.50 WITA, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Luwuk guna menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim forensik RSUD Luwuk yang turut didampingi Unit Identifikasi dan perwakilan keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Ia sekitar satu tahun bekerja sebagai pembakar roti dan sebelumnya bekerja di Morowali. Penyebab pasti dan latar belakang masih didalami,” kata Saiman.
Atas kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah menerima musibah yang menimpa korban dan menolak dilakukannya autopsi melalui surat pernyataan tertulis.