FGD Penyusunan RUPM, Dorong Sinergi Perkuat Investasi di Banggai
Melalui dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), Pemkab Banggai berupaya memperkuat iklim investasi yang ramah, terarah, dan berkelanjutan.
LUWUK SELATAN – Pemerintah Kabupaten
Banggai terus memacu penguatan iklim investasi dengan menyusun dokumen Rencana
Umum Penanaman Modal (RUPM) tahun 2025. Upaya ini dimotori oleh Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banggai sebagai bentuk
strategi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah tersebut diawali dengan
pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan naskah akademik RUPM yang
berlangsung di Luwuk Selatan, dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah,
akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat.
Kepala DPMPTSP Banggai, Yunus L. Kurapa,
mengungkapkan bahwa Kabupaten Banggai mencatatkan capaian positif dalam sektor
investasi dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, pada 2024, realisasi investasi
menembus angka Rp2,4 triliun.
“Capaian ini menempatkan Banggai sebagai
daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Sulawesi Tengah, melampaui Kota
Palu dan Morowali Utara,” ujar Yunus saat membuka FGD, Senin (4/8/2025).
Untuk tahun 2025, kata Yunus, Banggai
ditargetkan meraih realisasi investasi sebesar Rp1,7 triliun. Hingga triwulan
pertama, capaian tersebut sudah menyentuh angka 46 persen.
“Kami optimistis target bisa tercapai.
Penyusunan RUPM menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kepastian dan arah
kebijakan investasi di daerah,” tegasnya.
Dalam penyusunan naskah akademik RUPM ini,
DPMPTSP Banggai menggandeng tim ahli dari Universitas Tadulako Palu yang
diketuai oleh Dr. Muhammad Nur Sangadji. Dokumen ini akan menjadi pedoman bagi
Pemkab Banggai dalam menyusun strategi investasi jangka menengah dan panjang
yang berbasis pada potensi lokal.
RUPM juga akan memuat peta potensi sektor
prioritas, rencana aksi investasi, hingga sinergi antarwilayah untuk menarik
investor secara terarah.
Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin
Masulili, yang hadir membuka kegiatan, menyebut penyusunan dokumen RUPM sebagai
fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang ramah, inklusif, dan
berdaya saing tinggi.
“Melalui FGD ini, kami berharap terbangun
sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam
merumuskan dokumen RUPM yang komprehensif dan implementatif,” ujar Furqanuddin.
Menurutnya, dokumen RUPM akan menjadi
rujukan utama dalam mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah secara
berkelanjutan, sekaligus menjadi alat navigasi dalam menghadapi tantangan
investasi ke depan.
FGD penyusunan RUPM turut dihadiri Wakil
Ketua DPRD Banggai I Putu Gumi, sejumlah pimpinan perangkat daerah, pengusaha
lokal, serta tokoh masyarakat.
Pilihan Untukmu
Hadiri Jambore Karang Taruna, Kapolresta Banggai Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kamtibmas
Pengungkapan Narkotika di Jole, Polresta Banggai Amankan Sabu Seberat 30,10 Gram
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Waspada Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Kapolresta Banggai
Kebakaran di Morowali Utara, Tiga Lokasi Dilalap Si Jago Merah dalam Sehari
Dampak Kabut Asap, Sekolah di Banggai Diliburkan Beralih Belajar Daring
Krisis Air Bersih, Polsek Balantak Salurkan 1.100 Liter untuk Warga Talang Batu