Ratusan Massa Geruduk DPRD Banggai, Suarakan Tuntutan Rakyat
Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Banggai berunjuk rasa di Gedung DPRD Banggai, Senin (1/9/2025).
LUWUK – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi
Mahasiswa dan Rakyat Banggai menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD
Kabupaten Banggai, Senin (1/9/2025) siang.
Aksi
dimulai dari Kampus Universitas Tompotika (Untika) Luwuk. Massa kemudian
melakukan long march menuju kantor dewan dan tiba sekitar pukul 14.20 Wita.
Dalam
aksinya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada para legislator Banggai.
Adapun poin-poin utama yang disuarakan antara lain:
- Menghapus
tunjangan DPR RI. - Mengesahkan RUU
Perampasan Aset. - Mencopot Kapolri.
- Menghentikan
kriminalisasi terhadap mahasiswa. - Menolak pajak PBJT
10% dan kenaikan PBB–P2. - Transparansi dalam
perumusan Perda. - Evaluasi kinerja
DPRD Banggai terkait berbagai persoalan, seperti PHK buruh, blacklist
pekerja di perusahaan, kerusakan mangrove akibat tambang di Siuna, konflik
agraria PT Sawindo Cemerlang, hingga kasus 15 pekerja damkar. - Evaluasi
peruntukan APBD Banggai, yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Massa
menyoroti sejumlah anggaran fantastis, antara lain: - Baju dinas Rp7,1
miliar - Rapat koordinasi
pejabat Rp31 miliar - Kolam renang Rp15
miliar - Hibah Polda
Sulteng Rp6,9 miliar - Rehab rumah
jabatan Ketua DPRD Rp981 juta - Gedung DPRD Rp7,1
miliar - Rehab mess Pemda
Banggai di Palu Rp17 miliar - Mendesak DPRD
Banggai menggunakan hak interpelasi.
Menurut
para orator, tuntutan ini lahir dari kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan
DPRD Banggai yang dianggap lebih mementingkan belanja pejabat dibanding
kebutuhan rakyat, guru, mahasiswa, hingga pelaku usaha kecil.
“Kami
meminta Bupati dan Ketua Dewan segera menurunkan pajak serta mengevaluasi APBD
yang tidak berpihak ke rakyat,” tegas Akram Hakim dalam orasinya.
Demo di Depan Halaman Gedung DPRD Banggai pada Senin (1/9/2025) sore. Foto: Dok. CNA Daily
Massa
juga mendesak agar anggota DPRD Banggai berani berdialog langsung dengan
demonstran.
“Gerakan
ini adalah akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap DPR. Kami minta
reformasi DPRD semua, karena kebijakan itu disepakati di ruang-ruang
perwakilan,” ujar salah satu orator.
Untuk
menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi, sejumlah sekolah mulai dari
tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SLTP) di
sekitar lokasi kegiatan diliburkan sementara waktu.
Sementara
itu, jalannya aksi dijaga ketat oleh ratusan aparat gabungan dari Polres
Banggai, Kodim 1308/LB, Brimob, serta Satpol PP.
Pilihan Untukmu
Hadiri Jambore Karang Taruna, Kapolresta Banggai Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kamtibmas
Pengungkapan Narkotika di Jole, Polresta Banggai Amankan Sabu Seberat 30,10 Gram
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Waspada Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Kapolresta Banggai
Kebakaran di Morowali Utara, Tiga Lokasi Dilalap Si Jago Merah dalam Sehari
Dampak Kabut Asap, Sekolah di Banggai Diliburkan Beralih Belajar Daring
Krisis Air Bersih, Polsek Balantak Salurkan 1.100 Liter untuk Warga Talang Batu