More news:
Meriah Lomba Olahraga Tradisional HUT RI ke-80 di Kabupaten Banggai Diikuti Ratusan Peserta
banggainesia.com / Metro

Meriah Lomba Olahraga Tradisional HUT RI ke-80 di Kabupaten Banggai Diikuti Ratusan Peserta

Tawa lepas terdengar setiap kali momen lucu terjadi di arena perlombaan, menandakan bahwa semangat HUT RI ke-80 tak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari rasa persaudaraan yang terjalin di tengah masyarakat.

Setiap perlombaan berlangsung meriah, diiringi sorakan penonton yang memberi dukungan penuh kepada para peserta
Share :

LUWUK
 –
Semangat kebersamaan dan keceriaan
mewarnai Lapangan Alun-alun Bumi Mutiara pada Kamis (14/8/2025) saat Pemerintah
Kabupaten Banggai melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menggelar Lomba Olahraga
Tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik
Indonesia ke-80.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan
dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banggai, Hj. Nur Djalal, SH, yang
hadir mewakili Bupati Banggai. Dalam suasana penuh semangat, beliau menandai
dimulainya rangkaian perlombaan yang tidak hanya di ikuti oleh perwakilan
setiap OPD tetapi juga diikuti oleh berbagai perwakilan masyarakat, pelajar,
serta komunitas lokal.

“Lomba olahraga tradisional yang kita
selenggarakan hari ini bukan sekedar ajang hiburan, tetapi juga sarana
melestarikan warisan budaya leluhur,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Pemkab Banggai
senantiasa mendorong kegiatan yang mengangkat potensi budaya dan kearifan
lokal.

“Saya berharap seluruh peserta
mengikuti lomba dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas, kepada
panitia dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini saya ucapkan terima
kasih atas kerja keras dan partisipasinya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
(Dispora), Drs. Yori Ntoi, mengatakan bahwa berbagai jenis olahraga tradisional
yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat turut dipertandingkan
dengan rincian sebagai berikut:

·       
Balap Karung – 156 peserta

·       
Lomba Sumpit – 92 peserta

·       
Patengka – 59 peserta

·       
Tarik Tambang – 48 regu

·       
Hadang/Kalario – 72 regu

Setiap perlombaan berlangsung meriah,
diiringi sorakan penonton yang memberi dukungan penuh kepada para peserta.
Suasana riang dan penuh energi positif terlihat di seluruh area lapangan.

Selain menjadi ajang hiburan, lomba ini
juga menjadi sarana untuk melestarikan permainan tradisional yang semakin
jarang ditemui di tengah perkembangan teknologi dan hiburan modern.

Pemerintah daerah berharap, melalui
kegiatan ini, generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan menjaga
keberlangsungan warisan budaya daerah.

Lapangan Alun-alun Bumi Mutiara pun
berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga orang
dewasa larut dalam keceriaan.