Turki Desak Dunia Hentikan Rencana Israel Ambil Alih Kota Gaza
Turki meminta masyarakat internasional mencegah rencana Israel mengambil alih Kota Gaza. Ankara menilai langkah ini akan menjadi pukulan berat bagi perdamaian kawasan dan berpotensi mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
ANKARA
– Pemerintah Turki mendesak masyarakat internasional
untuk mencegah rencana Israel mengambil alih Kota Gaza, kota terbesar di Jalur
Gaza. Ankara menilai langkah itu akan menjadi “pukulan berat” bagi perdamaian
dan keamanan kawasan.
“Kami menyerukan
kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawab guna mencegah
pelaksanaan keputusan ini, yang bertujuan mengusir paksa warga Palestina dari
tanah mereka sendiri,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki,
seperti dikutip AFP, Jumat (8/8/2025).
Seruan ini
disampaikan setelah kabinet keamanan Israel menyetujui rencana yang diusulkan
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar militer Israel “mengambil alih kendali”
Kota Gaza. Rencana tersebut diklaim untuk “mengalahkan” Hamas di Jalur Gaza,
sambil mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil di luar zona
pertempuran.
Menurut kantor
Netanyahu, mayoritas anggota kabinet keamanan mengadopsi lima prinsip untuk
mengakhiri perang: perlucutan senjata Hamas, pemulangan semua sandera baik
hidup maupun meninggal, demiliterisasi Jalur Gaza, kendali keamanan Israel di
wilayah tersebut, dan pembentukan pemerintahan sipil alternatif yang bukan
Hamas maupun Otoritas Palestina.
Persetujuan ini
muncul setelah Netanyahu, dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan niat
mengambil alih seluruh Jalur Gaza.
“Kami bermaksud
demikian untuk memastikan keamanan kami, menyingkirkan Hamas, memungkinkan
penduduk Gaza terbebas, dan menyerahkannya kepada pemerintahan sipil yang bukan
Hamas, dan bukan siapa pun yang menganjurkan penghancuran Israel,” kata
Netanyahu.
Meski begitu,
Netanyahu menegaskan Israel tidak akan memerintah langsung wilayah itu.
“Kami tidak
ingin mempertahankannya. Kami ingin memiliki perimeter keamanan. Kami tidak
ingin memerintahnya. Kami tidak ingin berada di sana sebagai badan
pemerintahan,” ujarnya.
Ia mengusulkan
wilayah tersebut diserahkan kepada pasukan dari negara-negara Arab yang “akan
memerintah dengan benar, tanpa mengancam kami, dan memberikan kehidupan yang
baik bagi warga Gaza”. Netanyahu tidak merinci negara mana saja yang dimaksud.
Pilihan Untukmu
Hadiri Jambore Karang Taruna, Kapolresta Banggai Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kamtibmas
Pengungkapan Narkotika di Jole, Polresta Banggai Amankan Sabu Seberat 30,10 Gram
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Waspada Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Kapolresta Banggai
Kebakaran di Morowali Utara, Tiga Lokasi Dilalap Si Jago Merah dalam Sehari
Dampak Kabut Asap, Sekolah di Banggai Diliburkan Beralih Belajar Daring
Krisis Air Bersih, Polsek Balantak Salurkan 1.100 Liter untuk Warga Talang Batu