Program Elektrifikasi Pertanian PLN UIP Sulawesi Raih Penghargaan di Nusantara CSR Awards
Program yang dijalankan sejak 2024 ini menyasar kelompok tani kopi “Batui Oishi” di Kabupaten Banggai
JAKARTA — PT PLN
(Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi kembali menegaskan komitmennya dalam
mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui program “Menanam Harapan di Bawah
Menara”. Atas inisiatif tersebut, PLN UIP Sulawesi meraih penghargaan Platinum
dalam ajang bergengsi Nusantara CSR Awards 2025 untuk kategori Pekerjaan Layak
dan Pertumbuhan Ekonomi.
Penghargaan
diserahkan dalam seremoni yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta,
dan diterima langsung oleh Senior Manager PLN UIP Sulawesi, Nur Akhsin, yang
hadir mewakili manajemen perusahaan.
General Manager
PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa
penghargaan ini adalah bentuk nyata dari transformasi PLN yang tidak hanya
fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan dan
kesejahteraan masyarakat sekitar proyek.
“PLN tidak hanya membangun pembangkit
dan jaringan listrik. Lebih dari itu, kami hadir untuk memastikan bahwa listrik
menjadi penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui
elektrifikasi sektor pertanian seperti di Batui, kami berhasil mendorong
peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya bagi petani lokal. Ini bukti
bahwa infrastruktur dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan,” ujar Wisnu.
Wisnu
menambahkan Program yang dijalankan sejak 2024 ini menyasar kelompok tani kopi
“Batui Oishi” di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Berawal dari
pemanfaatan lahan di bawah jaringan transmisi 150 kV yang menghubungkan GI 150
kV PLTMG Luwuk ke GI 150 kV Luwuk, program ini mengintegrasikan bantuan alat
pertanian modern, bibit kopi unggul, pelatihan barista, dan pendampingan bisnis
dari hulu hingga hilir.
“Salah satu
inovasi penting adalah penerapan Electrifying Agriculture, yang memungkinkan
petani beralih dari mesin diesel ke listrik untuk operasional kebun” ungkapnya.
Muh Fadly, Ketua
Kelompok Tani Batui Oishi, menyampaikan dampak signifikan program terhadap
kesejahteraan petani. “Sebelum ada bantuan PLN, kami harus mengeluarkan biaya
sekitar Rp 20.000 untuk solar tiap kali menyiram kebun. Sekarang, dengan
listrik, cukup Rp1.000 saja—hemat 95 persen. Produksi kami juga meningkat
signifikan; dari hanya sekitar 50 kg biji kopi per bulan menjadi lebih dari 120
kg setelah bantuan alat dan pelatihan. Bahkan kopi kami sudah dipasarkan sampai
luar daerah,” ujar Fadly.
Dalam kesempatan
yang sama, Ketua La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, menyampaikan
apresiasinya kepada seluruh perusahaan peraih penghargaan atas kontribusi nyata
dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Penghargaan ini
kami selenggarakan untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
perusahaan yang telah menjalankan program tanggung jawab sosial dengan
berdampak langsung bagi masyarakat. Semua pemenang hari ini adalah contoh nyata
bahwa keberhasilan bisnis dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sosial
dan lingkungan,” ujar La Tofi.
Program PLN UIP
Sulawesi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga sosial dan
lingkungan. Berdasarkan evaluasi Social Return on Investment (SROI), tercatat
peningkatan pendapatan, efisiensi waktu dan biaya, serta kontribusi terhadap
pengurangan emisi karbon dari proses pertanian yang kini lebih ramah
lingkungan.
PLN berkomitmen
untuk terus memperluas inisiatif serupa di berbagai wilayah, menghubungkan
pembangunan infrastruktur energi dengan pemberdayaan masyarakat demi masa depan
yang berkelanjutan.
Pilihan Untukmu
Hadiri Jambore Karang Taruna, Kapolresta Banggai Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kamtibmas
Pengungkapan Narkotika di Jole, Polresta Banggai Amankan Sabu Seberat 30,10 Gram
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Waspada Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Kapolresta Banggai
Kebakaran di Morowali Utara, Tiga Lokasi Dilalap Si Jago Merah dalam Sehari
Dampak Kabut Asap, Sekolah di Banggai Diliburkan Beralih Belajar Daring
Krisis Air Bersih, Polsek Balantak Salurkan 1.100 Liter untuk Warga Talang Batu