More news:
TP PKK Banggai Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Penularan HIV/AIDS
banggainesia.com / Publika

TP PKK Banggai Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Penularan HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banggai terus meningkat. Data KPA mencatat sejak 2019 hingga Desember 2024 terdapat 508 kasus HIV dan 326 kasus AIDS dengan 124 kematian, bahkan dalam tiga tahun terakhir jumlah kematian akibat HIV/AIDS cenderung naik.

TP PKK Banggai Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Penularan HIV/AIDS
Peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai sangat penting dalam mendorong edukasi keluarga untuk pencegahan HIV/AIDS
Share :

LUWUK – Kasus HIV/AIDS di
Kabupaten Banggai terus menunjukkan tren peningkatan. Data Komisi
Penanggulangan AIDS (KPA) Banggai mencatat, sejak 2019 hingga Desember 2024
terdapat 508 kasus HIV dan 326 kasus AIDS, dengan jumlah kematian
mencapai 124 orang. Dalam tiga
tahun terakhir, angka kematian akibat HIV/AIDS pun meningkat: sembilan kasus
pada 2022, sepuluh kasus pada 2023, dan 13 kasus pada 2024.

Menanggapi
kondisi tersebut, peran Tim Penggerak
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)
dinilai sangat penting
dalam mendorong edukasi keluarga untuk pencegahan HIV/AIDS. Hal ini disampaikan
Staf Ahli Bupati Banggai Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pengembangan Kawasan
Wilayah, Amin Jumail, saat
membuka sosialisasi HIV/AIDS bersama TP PKK Banggai di Ruang Rapat Dinas
Perkimtan, Luwuk, Rabu (20/8/2025).

“TP
PKK melalui jaringannya hingga ke tingkat dasawisma mampu menjadi motor
penggerak dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran akan bahaya
penularan HIV/AIDS. Dengan begitu, keluarga akan menjadi benteng utama dalam
pencegahan HIV/AIDS,” ujar Amin.

Amin
menegaskan, peran perempuan dalam komunikasi keluarga tidak hanya sebatas
penyampaian informasi, tetapi juga mencakup fungsi edukatif, preventif, hingga
emosional.

“Maka dari itu, peningkatan kapasitas perempuan harus terus dilakukan,
mengingat masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan terkait pengendalian HIV/AIDS
ini agar target Three Zero di tahun 2030 tidak hanya menjadi slogan,
tetapi bisa dibuktikan dengan kerja keras kita selama ini,” tambahnya.

Foto dok DKISP Banggai

Target
Three Zero sendiri merupakan komitmen global untuk mengakhiri epidemi
AIDS pada 2030, dengan tiga sasaran utama: nol infeksi HIV baru, nol kematian
akibat AIDS, serta nol stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (orang dengan
HIV/AIDS).

Sementara
itu, Ketua TP PKK Banggai, Syamsuarni
Amirudin
, menegaskan komitmen organisasinya untuk berperan aktif.
“Sebagai organisasi yang dekat dengan keluarga, kita bisa menjadi garda
terdepan dalam pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi dengan menanamkan
nilai-nilai moral dan agama dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan
serupa disampaikan Sekretaris KPA Banggai, Rampia Laamiri. Ia menuturkan, KPA telah melakukan berbagai upaya,
termasuk sosialisasi dan penyuluhan, guna menekan angka penularan HIV/AIDS di
Banggai.