Penyaluran Bantuan Pangan Desa Honbola Dipertanyakan Warga, Ada Dugaan Pengalihan Penerima
Sejumlah warga Desa Honbola mempertanyakan penyaluran bantuan beras program ketahanan pangan.
HONBOLA – Sejumlah warga Desa Honbola, Kecamatan Batui mulai
mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan beras dari program ketahanan
pangan. Pasalnya, nama mereka tercantum dalam daftar penerima manfaat dari
Bulog, namun hingga akhir Agustus 2025 bantuan tersebut tak kunjung diterima.
Bantuan
yang seharusnya disalurkan pada bulan Agustus merupakan alokasi untuk Juni dan
Juli, dengan total 20 kilogram beras per keluarga. Berdasarkan data yang
diterima banggainesia, jumlah penerima manfaat di Desa Honbola tercatat
sebanyak 74 kepala keluarga.
Keresahan
ini semakin mencuat setelah Ketua BPD Honbola, Smith Damaila, menyuarakan
kritik terhadap sistem penyaluran bantuan. Menurutnya, ada dugaan penyaluran
tidak tepat sasaran atau dialihkan sehingga menimbulkan ketidakpuasan di
kalangan masyarakat.
“Sejak
kami mengambil data dari Kantor Bulog, itu bagian dari pengawasan BPD terhadap
kinerja pemerintah desa. Data ini dibuka karena banyak warga yang menanyakan
siapa saja penerima bantuan yang semestinya,” kata Smith kepada wartawan, Senin
(1/9/2025).
Permasalahan
ini kian ramai setelah salah seorang warga mengunggah daftar penerima bantuan
ke akun media sosial Facebook. Daftar tersebut memuat sejumlah nama yang diakui
warganya sendiri tidak pernah menerima bantuan beras.
Unggahan
itu langsung menuai tanggapan negatif dari masyarakat. Berbagai komentar
bermunculan, mulai dari mempertanyakan transparansi pemerintah desa hingga
tudingan adanya pengalihan bantuan.
“Itu
ada nama saya baru mosia (bagimana). Tolong dijelaskan kamari,” tulis seorang
warga meminta penjelasan, yang ditulisnya dalam kolom komentar unggahan
tersebut.
Ketua BPD Honbola Smith Damaila
Keresahan
warga tidak berhenti pada kritik di media sosial. Demas Saampap, salah satu
warga Honbola, menegaskan akan membawa persoalan ini ke ranah lebih tinggi jika
terbukti ada penyimpangan.
“Kalau
memang tidak tepat sasaran, saya dan warga lainnya akan segera melaporkannya
langsung ke Bupati Banggai,” ujar Demas.
Sementara
itu, warga lainnya Methy mendesak pemerintah desa agar professional dalam penyaluran
bantuan kepada warga. “ Setiap data penerima bantuan harus ada transparansi,”
ucapnya kepada banggainesia.com.
BPD
Honbola menegaskan, publikasi data ini bukan untuk mempermalukan pihak
tertentu, melainkan agar ada transparansi dan kejelasan kepada masyarakat.
“Kalau data jelas, warga bisa mengawasi. Jangan sampai hak mereka hilang begitu
saja,” ujar Smith.
Kaitan
berita ini, pewarta mencoba menghubungi salah satu aparat desa namun belum
mendapat respon.
Pilihan Untukmu
Hadiri Jambore Karang Taruna, Kapolresta Banggai Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kamtibmas
Pengungkapan Narkotika di Jole, Polresta Banggai Amankan Sabu Seberat 30,10 Gram
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Waspada Penipuan WhatsApp Mengatasnamakan Kapolresta Banggai
Kebakaran di Morowali Utara, Tiga Lokasi Dilalap Si Jago Merah dalam Sehari
Dampak Kabut Asap, Sekolah di Banggai Diliburkan Beralih Belajar Daring
Krisis Air Bersih, Polsek Balantak Salurkan 1.100 Liter untuk Warga Talang Batu