More news:
Gempa M 6,0 Guncang Poso, Gereja Elim Roboh dan 10 Jemaat Terluka
banggainesia.com / Peristiwa

Gempa M 6,0 Guncang Poso, Gereja Elim Roboh dan 10 Jemaat Terluka

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025). Gereja Elim di Desa Masani roboh saat ibadah berlangsung, 10 jemaat terluka tertimpa reruntuhan. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Gempa M 6,0 Guncang Poso, Gereja Elim Roboh dan 10 Jemaat Terluka
Share :

POSO – Suasana ibadah
Minggu pagi di Gereja Elim, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, mendadak
berubah mencekam. Baru saja jemaat menaikkan pujian, gempa bumi berkekuatan
magnitudo (M) 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu
(17/8/2025) pukul 06.38 Wita.

Guncangan
keras membuat dinding dan atap gereja tak kuasa bertahan. Dalam hitungan detik,
bangunan itu ambruk. Jemaat berlarian menyelamatkan diri, namun 10 orang
tertimpa reruntuhan. “Dari hasil monitoring, Gereja Elim di Desa Masani rusak
berat dan rubuh,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi
Sembiring, kepada wartawan.

Tim
darurat bersama warga segera mengevakuasi korban. Mereka yang luka dilarikan ke
Puskesmas Tokorondo untuk mendapatkan perawatan. Di tengah kepanikan, doa dan
jerit minta tolong bersahut-sahutan, menambah pilu suasana pagi itu.

Tak
hanya gereja, guncangan gempa juga merusak satu rumah warga di Desa Lape.
Sebuah bangunan sarang burung walet di Desa Ueralulu ikut terdampak. “Saat ini
masih dalam penanganan,” kata Andi.

Menurut
data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa
berada di laut, 13 kilometer barat laut Kota Poso, pada kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini dikategorikan dangkal, akibat aktivitas Sesar Tokoraru. “Hasil
pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Meski
demikian, getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah lain, termasuk
sebagian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Warga yang merasakan guncangan
berhamburan keluar rumah, memilih bertahan di ruang terbuka hingga situasi
dirasa aman.

Seiring
siang menjelang, aparat bersama tim BPBD masih melakukan pendataan. Sementara
jemaat Gereja Elim yang selamat memilih bertahan di sekitar lokasi, sebagian
masih shock melihat rumah ibadah mereka luluh lantak. Bagi mereka, Minggu pagi
yang mestinya menjadi hari damai berubah menjadi ujian penuh duka.