Tabrakan Maut di Jalan Trans Sulawesi Batui Selatan, Pengendara Motor Tewas di Tempat
Sebuah mobil pikap melaju dari arah Desa Nonong. Tak ada yang menyangka, di tikungan Desa Masing, laju kendaraan itu akan berujung petaka—seorang pengendara motor tewas, dan istrinya dilarikan ke puskesmas dalam kondisi kritis.
BATUI
–
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya
di Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Seorang pria tewas dan istrinya luka berat setelah sepeda motor yang mereka
tumpangi ditabrak mobil pikap pada Minggu pagi, 3 Agustus 2025.
Kepala Kepolisian Sektor Batui, IPTU Rudi
Dg. Sumbung, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WITA.
Saat itu, mobil Suzuki Pick-up DN 7586 CN yang dikemudikan RH (34), warga Desa
Dimpalon, Kecamatan Kintom, tengah melaju dari arah Desa Nonong menuju Moilong.
Namun setibanya di lokasi kejadian,
kendaraan yang dikemudikan RH keluar dari jalur. Ia mencoba mengembalikan
posisi mobil ke badan jalan, namun justru kehilangan kendali. Mobil tersebut
kemudian menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter DN 4419 CQ yang datang dari arah
berlawanan.
“Akibat benturan keras, pengendara
motor, Agus Wahyudi (45), warga Desa Sumberharjo, Moilong, meninggal dunia di
tempat kejadian,” kata Rudi, Minggu siang.
Istri korban, Lasiah (38), yang dibonceng
di belakang, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat
untuk mendapat perawatan medis.
Kecelakaan ini mengejutkan warga sekitar
karena terjadi di jalan utama yang cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada
pagi hari. Polisi menyebut faktor kelalaian pengemudi mobil sebagai penyebab
utama kecelakaan.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian
perkara dan berkoordinasi dengan Unit Laka Satlantas Polres Banggai. Kedua
kendaraan yang terlibat juga telah diamankan,” ujar Rudi.
Kerugian materi dalam kecelakaan ini
ditaksir mencapai Rp 50 juta. Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami
keterangan pengemudi mobil dan sejumlah saksi mata untuk keperluan penyelidikan
lebih lanjut.